Wisuda STKIP Nisel | Timotius Duha

Wisuda STKIP Nisel | Timotius Duha

NIASONLINE, TELUKDALAM – Bertempat di Aula Kampus di Telukdalam, Nias Selatan (Nisel), STKIP dan STIE Nisel menggelar wisuda kedua lulusan program Sarjana dan Diploma.

Pada wisuda kali ini, mewisuda total 329 mahasiswa dan mahasiswi.

Acara tersebut dihadiri oleh civitas akademika STKIP/STIE Nisel, orangtua wisudawan/wisudawati, dan undangan lain sekitar 1.500 orang. Acara dimulai pada pukul 10.00 Wib dengan diawali tarian tradisional Nisel.

Karena daya tampung aula yang hanya mencapai 800 orang, sebagian mengikuti acara di tenda-tenda yang telah disediakan.

Pada wisuda kali ini, lulusan terbaik dari STKIP diraih oleh Isihati Wau dari Program Pendidikan (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dengan IPK 3,58. Sedangkan lulusan terbaik STIE diraih oleh Marselinus Zagötö dari Prodi Manajemen dengan IPK 3,57.

Dalam pidatonya, Koordinator STKIP/STIE Nisel Sitasi Zagoto, M.A mengimbau para wisudawan-wisudawati agar tidak sebatas meraih gelar, tetapi siap berkompetisi meraih lowongan kerja. Selanjutnya berpesan supaya wisudawan-wisudawati membuat perubahan nyata di masyarakat agar “hidup.”

Dia menambahkan, guna mendukung kualitas pendidikan di kedua perguruan tinggi itu telah memberangkatkan 3 orang dosen melanjut di program doktoral dan 14 orang dosen melanjut di program strata 2. Selain itu sarana dan prasarana kampus terus dibenahi.

Dalam kesan dan pesan mewakili wisudawan-wisudawati, Isihati Wau, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Pendidikan Nisel yang menyediakan wadah pendidikan di Nisel. Juga kepada pihak Pemda Nisel yang menyediakan beasiswa yang mengratiskan uang kuliah.

“Kami juga mengapresiasi para dosen yang mengajar dengan penuh dedikasi meski sarana dan prasarana kampus itu ketika dimulai serba terbatas,” ujar dia.

Sementara Gerhard Halawa yang mewakili orangtua wisudawan-wisudawati menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Perti Nisel yang membangun kampus di Nisel.

“Kalau di Nisel tidak ada kampus, maka orantua mungkin kewalahan secara biaya dan pengawasan anak-anaknya. Tetapi karena dekat, maka pengawasan juga efektif ditambah lagi karena biaya gratis,membuat orangtua terbantu,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Nisel Sozanolo Ndruru mengapresiasi wisuda kedua tersebut. Menurut dia, wisuda itu makin menambah SDM Nisel yang berkualitas yang akan mengabdikan diri di masyarakat.

“10 tahun kedepan akan berkembang dan maju karena di Nisel sudah banyak sarjana. Saya juga mengajak wisudawan-wisudawati untuk membangun Nisel dengan menjadi penuntun dan bukan jadi “tontonan” di lingkungan atau masyarakat,” papar dia.

Wisuda STIE Nisel | Timotius Duha

Wisuda STIE Nisel | Timotius Duha


Perguruan Tinggi Ilegal

Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) 1 wilayah NAD-Sumut Prof. Dr. Dian Armanto, M.A, M.Pd, M.Sc dalam sambutannya pada acara tersebut mengungkapkan, STKIP/STIE Nisel merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang legal di Nisel.

Perguruan tinggi tersebut, kata dia, telah terdaftar dan memiliki izin operasional dan masing-masing Prodi sudah diakreditasi.

“Sedangkan perguruan tinggi lain yang ada di Nisel adalah ilegal dan tidak diakui dan izajah tidak jelas,” kata dia.

Dia juga mengimbau mengimbau supaya STKIP dan STIE Nisel mempersiapkan diri dalam menghadapi akreditas perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nisel Bamböwö Laia, M.A mengatakan, tidak ada jalan keluar lain untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat nias dan mencetak pemimpin selain melalui pendidikan.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu berdirinya kampus di Nisel. Selain itu menegaskan bahwa STKIP/STIE merupakan satu-satunya perguruan tinggi legal di Nisel saat ini.

Dia juga mengungkapkan, saat ini Yayasan Perguruan Tinggi Nisel sedang berupaya mengubah STKIP/STIE Nisel menjadi Universitas Nisel dengan menambah beberapa Prodi yang baru tahun depan. (en/TD)

Facebook Comments