Ilustrasi | wired.com

Ilustrasi | wired.com

NIASONLINE, JAKARTA – Menyusul Batam dan Manado, kini Kota Medan masuk dalam jajaran Proyek Percontohan Inisiatif Transportasi Perkotaan di Indonesia yang Berkelanjutan (Pilot Project Indonesia Sustainable Urban Transport Initiative/Indo Sutri).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Sekjen Kementerian Perhubungan Leon Muhammad dengan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (5/12/2013).

Leon menjelaskan, Indo Sutri bertujuan melaksanakan rencana transportasi yang rendah karbon dan ramah lingkungan dalam rangka mengurangi gas emisi rumah kaca.

“Diharapkan dengan pelaksanaan Indo Sutri ini maka fase percontohan ini diharapkan dapat menunjukkan kemampuan kebijakan dan aksi transportasi perkotaan dalam pelaksanaan rencana aksi mitigasi,” ujar Leon.

Sementara itu, Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan rencana pembuatan bus rapid transit (BRT). Untuk tahap awal, akan dibuka rute Medan-Lubuk Pakam. Untuk operasionalnya, pihaknya berharap mendapatkan dukungan 30 unit bus dari Kemenhub. Setelah itu, akan disusul dengan koridor kedua dengan rute Medan – Binjai.

Sedangkan Gatot mengatakan, proyek itu tidak hanya berhenti pada MoU. Melainkan juga ada kelanjutan berupa asistensi, supervisi yang lebih detil dan lengkap untuk terlaksananya Indo Sutri.

“Kami juga minta diperhatikan lebih khusus lagi untuk Medan dan Sumatera Utara pada umumnya untuk transportasi berkelanjutan ini, karena kami merupakan gerbang utama di Indonesia bagian Barat,” jelas Gatot. (en)

Facebook Comments