Peta Kepulauan Batu | NO

Peta Kepulauan Batu | NO

NIASONLINE, JAKARTA – Setelah sempat terkatung-katung karena terseret arus laut, kapal MK Entinu Baru yang digunakan rombongan pengurus Sinode Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) menuju Pulau Tello, Kepulauan Batu akhirnya ditemukan subuh tadi.

Kapal ditemukan sekitar pukul 03.00 wib dinihari dengan posisi kapal sudah dekat dengan Pulau Pini. Jauh dari arah yang seharusnya dituju.

“Kami ditemukan sekitar pukul 03.00 Wib tadi oleh kapal KM Entinu, pemiliknya sama dengan kapal yang kami tumpangi. Puji Tuhan kami semua selamat walau semua lemas karena kecapekan,” ujar Pdt. Alvius Wau, Sekretaris Umum Sinode BKPN yang ikut dalam kapal itu ketika dihubungi Nias Online, Minggu (17/11/2013).

Dia mengatakan, kondisi penumpang semua lemah karena belum makan dari kemarin. Dia mengatakan, sudah sempat dikasih makan, tapi seadanya karena tidak ada persiapan. Harusnya, kapal tersebut tiba di Pulau Tello pada pukul 17.00 Wib kemarin.

Pdt. Alvius Wau mengatakan, sekitar tiga jam setelah kapal itu berangkat dari Telukdalam, ibukota Nias Selatan, sekitar pukul 14.00 wib mesinnya mati. Para ABK mengupayakan perbaikan. Namun tidak berhasil. Kemudian, salah satu ABK menumpang kapal lain yang berpapasan dari arah Pulau Tello menuju Telukdalam. Tujuannya, mengambil kapal yang satu lagi untuk mengevakuasi penumpang.

“Tapi, ketika kapal itu datang dari Telukdalam, posisi kami sudah tidak di tempat semula, sudah terseret arus laut. Kapal yang harusnya mengevakuasi terus berlayar sampai ke Pulau Tello,” kata dia.

Salah satu kesulitan mereka saat di laut, kata dia, kapal yang mereka tumpangi tersebut tidak memiliki radio sehingga sulit berkomunikasi untuk meminta bantuan.

Dia mengatakan, pihaknya telah meminta agar mereka langsung diantar tidak lagi ke Pulau Tello tapi langsung saja ke Lorang, tempat yang pagi ini mereka harus kunjungi untuk pelayanan dan meresmikan gereja di sana.

Awalnya, kapal evakuasi itu diperintahkan tetap ke Pulau Tello. Namun, saat ini para penumpang dipindahkan ke kapal evakuasi tersebut dan diizinkan untuk langsung menuju Lorang.

Alvius mengatakan, kapal kecil itu sebenarnya disewa oleh Sinode untuk keperluan pelayanan itu. Sebanyak 18 orang dari tim Sinode, pendeta dan vikar juga ikut. Namun, sejumlah penduduk dari Pulau Tello bahkan camat juga menumpang kapal itu. Dia mengatakan, saat ini transportasi ke arah Pulau Tello sangat sulit karena kapal besar yang dulu melayari sudah berhenti beroperasi. Kemungkinan karena sedang menjalani perawatan.

Tadi malam, kepada Nias Online, Pdt. FL Bidaya juga mengonfirmasi ‘hilangnya’ kapal itu dan bahwa pencarian belum membuahkan hasil. Istrinya juga ikut dalam kapal itu. Berbagai upaya juga dilakukan Nias Online untuk mendapatkan dukungan bantuan pencarian posisi kapal itu, di antaranya kepada pejabat Basarnas di Jakarta.

Pagi ini, Nias Online mendapat informasi dari Pdt. FL Bidaya bahwa kapal sudah ditemukan dengan posisi mengarah ke Pulau Pini. (en)

Facebook Comments