Ilustrasi Korupsi/sinichikudo92.wordpress.com

Ilustrasi Korupsi/sinichikudo92.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Satu lagi kepala daerah tersangkut kasus hukum. Kali ini Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Bupati Rina disangkakan dalam kasus korupsi subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) di Kabupaten Karanganyar pada 2007 hingga 2008 senilai Rp 18,4 miliar.

Penetapannya sebagai tersangka surat perintah penyidikan Nomor 37/0.3/vd.1/11 tahun 2013.

“Penyelidikan sudah ditingkatkan menjadi penyidikan mulai 13 November 2013. Tersangka diduga menikmati uang sekitar Rp11,1 miliar dari kerugian negara yang terjadi,” ujar Kepala Kejati Jawa Tengah Babul Khoir Harahap.

Dalam kasus itu, Bupati Rina diduga berperan memberikan rekomendasi kepada KSU Sejahtera untuk menyalurkan subsidi program Kementerian Perumahan Rakyat itu. Rekomendasi itu diberikan tanpa verifikasi dan rekomendasi Dinas Koperasi setempat.

Dalam kasus serupa, sebelumnya, mantan Ketua Dewan Pengawas KSU Sejahtera Tony Iwan Haryono yang juta mantan suami Bupati Rina telah divonis pengadilan.

Penetapan Bupati Rina sebagai tersangka memang menambah keprihatinan. Pasalnya, bupati perempuan pertama di wilayah eks-karesidenan Surakarta tersebut menambah daftar kepala daerah atau pun mantan kepala daerah yang tersangkut kasus hukum, terutama korupsi.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, bila Bupati Rina telah ditetapkan sebagai tersangka, maka dia akan menjadi kepala daerah ke 311 yang tersangkut kasus hukum.

“Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka, berarti sudah 311 kepala daerah yang terkait masalah-masalah hukum,” ungkap Gamawan di Jakarta, Jumat (15/11).

Dari Kepulauan Nias sendiri, dua mantan kepala daerah yang berurusan dengan hukum dan kini sedang menjalani vonis mereka. Kedua kasus itu ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jumlah kepala daerah yang terjerat kasus hukum tersebut dipastikan akan terus bertambah. Di berbagai daerah, kasus hukum yang melibatkan kepala daerah telah dilaporkan ke aparat penegakan hukum. Beberapa di antaranya belum ditindaklanjuti. Sebagian juga sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan. (en)

Facebook Comments