Eleanor Catton | thewashingtonpost.com

Eleanor Catton | thewashingtonpost.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sebuah rekor di bidang sastra terpecahkan. Penulis asal Selandia Baru, Eleanor Catton, yang baru berusia 28 tahun memenangkan penghargaan bergengsi Man Booker Prize. Man Booker Prize merupakan penghargaan buku terkenal di Inggris.

Buku yang melambungkan namanya dan berhak atas hadian £50,000 tersebut adalah sebuah novel berjudul The Luminaries. Catton sekaligus menyisihkan para penulis hebat lainnya, yakni NoViolet Bulawayo (We Need New Names); Jim Crace (Harvest); Jhumpa Lahiri (The Lowland); Ruth Ozeki (A Tale for the Time Being); dan Colm Toibin (The Testament of Mary).

Novel yang juga sekaligus menjadi buku dengan jumlah halaman terbanyak (mencapai 823 halaman) yang memenangkan penghargaan tersebut bercerita mengenai tambang emas pada abad ke-19.

Pengumuman kemenangan Catton tersebut dilakukan pada Selasa malam di Guildhall London, Inggris.

“Ini adalah pekerjaan yang mempesona. Ini adalah pekerjaan yang berkilau. Anda mulai [membacanya] dan Anda berpikir Anda berada dalam cengkeraman raksasa besar,” kata Robert Macfarlane, ketua juri seperti dilansir BBC, dikutip Rabu (16/10/2013).

Catton sendiri, saat menerima penghargaannya mengatakan bukunya itu sebagai mimpi buruk bagi para penerbit. Pasalnya, diakuinya bukunya itu memiliki struktur yang rumit. Hadiah diserahkan oleh istri Pangeran Charles, Camilla, yang bergelar Duchess of Cornwall.

Mulai tahun depan, para penulis dari Amerika akan dilibatkan pada ajang yang sama, untuk pertama kalinya. (EN)

Facebook Comments