Ilustrasi | www.mint.web.id

Ilustrasi | www.mint.web.id

NIASONLINE, JAKARTA – Setiap tahun, sejumlah lembaga maupun media melansir daftar terbaru individual orang-orang terkaya di dunia. Baik secara global, regional maupun per negara.

Saban tahun lansiran tersebut ditandai dua hal. Pertama, adanya beberapa nama yang sama yang tidak pernah lepas dari daftar 10 nama orang terkaya di dunia. Kalaupun ada perubahan, hanya perubahan urutan saja.

Sebaliknya, kedua, di daftar di atas 10 besar, biasanya terjadi banyak perubahan. Ada yang tetap dalam daftar namun urutan berbeda. Juga tidak sedikit yang terlempar dari daftar karena berbagai alasan.

Nah, data terbaru, seperti dilansir oleh lembaga keuangan asal Swiss, Credit Suisse menyatakan, total kekayaan dunia ini ternyata berada di tangan segelintir orang saja.

Sebaran kekayaan itu diklasifikasi berdasarkan besaran kekayaan dibandingkan dengan total jumlah penduduk.

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu (9/10/2013), di urutan teratas ditempat oleh mereka yang memiliki kekayataan perorangan di atas US$ 1 juta atau setara Rp 11 miliar. Jumlah mereka, hanya 0,7% dari total populasi dunia. Total kekayaan mereka mencapai US$ 98,7 triliun atau 41% dari total kekayaan penduduk dunia.

Kemudian, disusul kelompok dengan kekayaan pribadi antara US$ 100.000- 1 juta atau setara Rp 1,1-11 miliar. Jumlah itu setara dengan Rp 1,1 miliar hingga Rp 11 miliar per orang. Jumlah populasi yang berada di kelompok kedua ini mencapai 7,7% dari keseluruhan penduduk dunia.

Bila digabungkan dengan kelompok pertama, maka 8,4% orang-orang itu menguasai 88,3% kekayaan dunia atau setara US$ 200,5 triliun.

Di urutan ketiga merupakan kelompok kelas menengah dengan kekayaan perorangan berkisar US$ 10.000-100.000 atau setara Rp 110 juta sampai Rp 1,1 miliar. Jumlah mereka mencapai 1,06 miliar dengan total kekayaan US$ 33 triliun.

Sedangkan kelompok paling akhir, ditempati oleh 68,7% atau setara 3,2 miliar penduduk bumi. Kekayaan mereka di bawah US$ 10.000 atau kurang dari Rp 110 juta.

Tampaknya, pola yang sama juga terjadi di negara ini. Meski negara ini selalu diklaim negara yang kaya raya, sejatinya itu hanya dimiliki segelintir orang. Terutama pengusaha, politisi ataupun kombinasi keduanya dan tentu saja, para koruptor kelas kakap. (EN)

Facebook Comments