Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Temuan yang menghebohkan setahun lalu yang dikenal dengan ‘partikel Tuhan’ membawa berkah bagi dua ilmuwan Fisika. Francois Englert dari Belgia dan Peter Higgs dari Inggris, dua peneliti tersebut diganjar dengan hadiah Nobel Fisika 2013.

Kedua ilmuwan itu merupakan bagian dari sejumlah ahli fisika pada 1960-an yang mengusulkan sebuah mekanisme untuk menjelaskan mengapa sebagian benda memiliki massa.
Pada 2012, melalui pengujian di CERN, Swiss, setelah melalui penelitian selama 45 tahun, akhirnya sebuah partikel Higgs boson ditemukan.

Meski begitu, penelitian itu belum berakhir. Masih butuh penelitian lanjutan untuk memastikan bahwa partikel yang ditemukan itu adalah subatom Higgs.

Saat pengumuman itu, Higgs yang juga seorang guru besar tersebut ternyata tidak mengetahui pengumuman itu. Staffan Normark, sekretaris akademi dimana Higgs beraktivitas hanya menjelaskan hal bahwa Higgs sedang berlibur tanpa membawa alat komunikasi untuk menghindari kejaran media.

Meski begitu, Higgs sendiri melalui sebuah pernyataan yang sudah disiapkan sebelumnya olehnya, mengatakan sangat gembira dengan penghargaan tersebut.

Sebaliknya, koleganya Francois Englert sangat gembira mendengar pengumuman tersebut. Dia mengaku sempat tidak mengira akan menjadi pemenang karena tidak menyaksikan langsung pengumuman itu.

Transportasi Sel

Selain kedua ilmuwan fisika itu, hadiah Nobel juga dianugerahkan kepada tiga dokter atas penelitian tentang “vesicle traffic” atau sistem transportasi di dalam sel. Ketiganya adalah James Rothman, Randy Schekman, dan Thomas Sudhof.

Penelitian mereka sangat membantu memahami pengaturan transportasi di dalam sel atau sistem yang dapat mempengaruhi gangguan syaraf dan kekebalan.

Dalam penjelasan resmi Komite Nobel dikatakan, gangguan terhadap terhadap sistem transportasi dalam sel ini dapat menyebabkan diabetes serta gangguan syaraf, otak, dan kekebalan.

Penelitian itu, jelas Komite Nobel, membantu para ilmuwan mengetahui lebih mendalam tentang ‘pengiriman kargo sel dengan waktu yang tepat di dalam dan luar sel.’ “Tanpa pengaturan tepat seperti ini, akan terjadi kekacauan pada sel,” jelas Komite

Profesor James Rothman berasal dari Universitas Yale. Profesor Randy Schekman berasal dari Universitas California di Berkeley. Sedangkan Profesor Thomas Sudhof, ilmuwan asal Jerman yang mengajar di Universitas Stanford, AS. (EN/BBCIndonesia.com)

Facebook Comments