Ketua MK Akil Mochtar | IST

Ketua MK Akil Mochtar | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Gerak cepat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar dua kasus penyuapan terkait Pilkada yang menyeret Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Semula, Akil ditangkap dan diduga terlibat korupsi dalam bentuk menerima suap dalam kasus Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, kemarin malam di rumah dinasnya di Jl. Widya Chandra III No. 7. Dalam kasus ini, KPK menyita uang suap dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika Serikat yang bila dikonversi ke Rupiah bernilai sekitar Rp 3 miliar.

Ternyata, hampir bersamaan dengan operasi tangkap tangan itu, penyidik KPK juga berhasil membongkar dugaan penyuapan lainnya terkait Pilkada Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Dalam kasus ini, KPK menyita uang tunai dalam bentuk Rupiah sebesar Rp 1 miliar.

Dalam kedua kasus itu, KPK telah menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka. Penetapan status tersangka tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPK Abraham Samad bersama Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/10/2013) sore. Wakil Ketua MK Patrialis Akbar turut hadir dalam konferensi tersebut.

Abraham menjelaskan, setelah menggelar gelar perkara sejak semalam, status tersangka Akil dan yang lainnya ditetapkan pukul 11.00 wib hari ini.

Ada pun pihak lain yang dijadikan tersangka di antaranya anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Chairun Nisa dan Bupati petahana Gunung Mas Hamid Bintih. Sedangkan dalam kasus Pilkada Lebak, KPK menetapkan tersangka Tubagus Chaeri Wardana yang juga adik dari Gubernur Banten Atut. Juga sekaligus suami dari Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Khusus pada kasus Pilkada Lebak, Akil Mochtar sendiri baru dua hari sebelumnya memutuskan mengulang seluruh proses pemungutan suara di daerah itu. (EN)

Facebook Comments