NIASONLINE, Jakarta – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. RDP membahas pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2013 dan rencana program kerja tahun anggaran 2014.

Ketua Komite II DPD Bambang Susilo menjelaskan acara dengar pendapat ini dimaksudkan untuk mengetahui pelaksanaan program kerja 2013 dan rencana program kerja 2014 dalam rangka mewujudkan sistem jaringan jalan di seluruh wilayah nasional yang memiliki mobilitas, aksesibilitas, dan keselamatan memadai, untuk melayani pusat-pusat kegiatan nasional serta wilayah dan kawasan strategis nasional. “Sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan nasional,” ujarnya di Gedung DPD Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9).

Direktorat Jenderal Bina Marga menetapkan rencana strategis (renstra) 2010-2014 untuk preservasi jalan sepanjang 168.999 km dan preservasi jembatan 855.664 m, peningkatan kapasitas 19.370,81 km, pembanguan jalan baru 377 km dan pembangunan jembatan baru 25.552 m, pembangunan flyover/underpass/terowongan 15.979 m, pembangunan jalan bebas hambatan 59,02 km, sedangkan pembangunan/pelebaran jalan/jembatan di kawasan strategis, perbatasan, wilayah terluar dan terdepan 1.382,11 km.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Yusid Toyib dalam pemaparannya tentang hasil pelaksanaan program kerja 2013 dan rencana program kerja 2014, mengatakan bahwa status pelaksanaan program kerja per tanggal 18 September 2013 mencapai rata-rata 58,85 persen total realisasi fisik dan 49,86 persen total realisasi keuangan atau 19,058 miliar dari total pagu 38,221 miliar rupiah.

Pagu awal Dirjen Bina Marga untuk tahun anggaran 2013 sejumlah Rp 39.022,162 miliar itu termasuk pinjaman Rp188,631 miliar, yang bersumber dari RPM (Rupiah Murni) Rp 36.078,528 miliar dan PHLN (Pinjaman/Hibah Luar Negeri) Rp 2.943,634 miliar.

Kemudian, terjadi penghematan pagu Rp 2.208,104 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran (TA) 2013, sehingga berjumlah Rp 37.037,710 miliar, yang terdiri atas Rp 33.870,424 miliar yang bersumber dari RPM dan Rp 3.167,286 miliar yang bersumber dari PHLN.

APBN-P (tambahan) dari optimalisasi nonpendidikan (Rp 982,5 miliar) dan direktif Presiden (Rp 605,0 miliar untuk penanganan Papua, Papua Barat, dan Madura) menyebabkan rencana pagu Ditjen Bina Marga berubah menjadi Rp 38.696,61 miliar yang terdiri atas RPM Rp 35.457,924 dan PHLN Rp 3.238,69.

Setelah APBN-P 2013, output prioritas preservasi jalan ditargetkan 33.549 km, preservasi jembatan 326.765 m, peningkatan kapasitas jalan 4.288 km, pembangunan jalan baru 436,01 km, pembangunan jembatan baru 11.587 meter, pembangunan flyover/underpass 4.887 meter. Kemudian, pembangunan jalan dan jembatan strategis di kawasan strategis, perbatasan, wilayah terluar dan terdepan 564 km serta pembangunan jalan bebas hambatan 17,43 km.

Rencana Program Kerja 2014
Yusid juga memaparkan rencana program kerja.2014, bahwa pagu Dijten Bina Marga tahun 2014 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 266/KMK.02/2013 adalah Rp 37.085,32 miliar yang terdiri atas Rp 35.183,25 bersumber dari RPM dan Rp 1.902,07 miliar bersumber dari PHLN.

Alokasi terbesar pagu anggaran 2014 sebesar Rp 30.645,33 miliar adalah untuk kegiatan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional yang disalurkan ke seluruh Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN). Anggaran terbesar berikutnya (Rp 2.131,03 miliar) adalah untuk kegiatan pengaturan dan pembinaan teknik preservasi, peningkatan kapasitas jalan yang disalurkan ke Direktorat Bina Teknik (Bintek). Alokasi untuk kegiatan pengaturan dan pengusahaan serta pengawasan jalan tol disalurkan ke BPJT sebesar Rp 85 miliar.

Adapun output prioritas preservasi jalan ditargetkan 32.475 km, preservasi jembatan 329.897 m, peningkatan kapasitas jalan 3.854 km, pembangunan jalan baru 253 km, pembangunan jembatan baru 6.289 m, pembangunan flyover/underpass 3.855 m. Kemudian, pembangunan jalan dan jembatan strategis di kawasan strategis, perbatasan, wilayah terluar dan terdepan 222 km serta pembangunan jalan bebas hambatan 17,6 km.

Demikian isi siaran pers Bidang Pemberitaan Dan Media Visual Dewan Perwakilan Daerah RI yang diterima Nias Online. (brk/*)

Facebook Comments