Kampanye antikorupsi (Foto: IST)

Kampanye antikorupsi (Foto: IST)

NIASONLINE, JAKARTA – Tindakan pencegahan dan penindakan atas tindak pidana korupsi yang terus dilakukan KPK ternyata belum berdampak banyak. Dari kategori institusi, lembaga yang menempati posisi teratas belum banyak berubah.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, sampai saat ini, lembaga Polri dan Parlemen (DPR) masih menempati posisi terkorup.

“Paling korup Polri, kedua parlemen,” ungkap Adnan saat memberikan pengarahan di Kantor KPU, Jakarta, Senin (16/9/2013).

Khusus parlemen, kata dia, parlemen Indonesia dinilai sebagai terkorupsi di kawasan Asean.

“Parlemen kita terkorup di Asean. Parlemen kita paling ‘kreatif’,” jelas dia.
Dia menambahkan, sejak berdiri pada 2004, KPK telah menangkap 65 anggota DPR. Itu menegaskan, kata dia, bahwa korupsi luar biasa terjadi di Parlemen.

Selain itu, sejak 2004, jelas dia, KPK telah menangkap dan memenjarakan 7 menteri, 8 gubernur, 32 bupati, 7 komisioner KPU, 4 dubes, 4 konjen dan 1 gubernur BI serta 5 deputinya. Selain itu, 5 hakim, 5 jaksa, 1 penyidik KPK, 107 pegawai eselon I dan II, dirjen, sekjen, deputi, direktur dan ratusan CEO BUMN dan perusahaan swasta.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo merespons pernyataan pimpinan KPK tersebut sebagai bahan evaluasi bagi lembaganya sambil mengingatkan perlunya penjelasan atas kesimpulan KPK tersebut.

Dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) 7 Kapolda hari ini, Timur juga sempat mengingatkan para anggotanya agar tidak menerima pemberian atau gratifikasi dalam menjalankan tugasnya. (EN)

Facebook Comments