Dalam sejarah, pendidikan dan penelitian berkembang maju sejalan dengan perkembangan umat manusia. Beberapa catatan kelam tertoreh ketika pendidikan dan penelitian belum sedemikian rupa mempengaruhi manusia pada jamannya. Buku terbitan Copernicus dan Galileo sempat dilarang, karena mencetuskan teori Heliosentris, adalah salah satu contoh catatan kelam sejarah manusia pada jamannya. Hingga saat ini, catatan akibat kesenjangan akan perkembangan pendidikan masih terjadi, seperti misalnya seorang wanita di Papua Nug

Anak-anak dari suku Baduy

ini yang dibakar massa karena diduga memiliki ilmu sihir.Mungkin kita bisa berpendapat bahwa itu hanya terjadi di negara tetangga. Lalu bagaimana dengan negara kita tercinta? Pendidikan dibeberapa daerah masih harus menempuh aral halangan, seperti misalnya konon sekolah ditabukan oleh masyarakat Baduy.

Jika pendidikan dapat mempengaruhi sejarah umat manusia, pertanyaannya kemudian, seberapa pentingkah pendidikan mewarnai dan kemudian mengubah wajah sebuah bangsa? Kita tentu masih ingat bahwa pada tahun 1960 hingga 1970 Indonesia cukup banyak mengirimkan guru ke Malaysia. Ketika itu, mutu pendidikan negara kita masih lebih baik dibandingkan mutu pendidikan negara tetangga. Namun kini? Berapa banyak tenaga pendidikan yang mampu kita kirim untuk bekerja diluar negeri?

Dalam segi pendidikan tentunya kita juga bisa belajar dari negara lain. Belajar lewat sejarah dapat menjadi bahan referensi serta kajian untuk dapat diambil hikmahnya (lesson learned). Sejarah yang hendak diulas disini adalah sejarah pendidikan Jepang dan Jerman.

Ada kemiripan yang menurut hemat saya dialami Jepang, Jerman dan Indonesia pada tahun 1945. Pada tahun itu, tiga negara tersebut sama-sama baru ‘merangkak’. Bersambung…

Selain di Nias Online, tulisan ini diunduh pada situs Kompasiana. Tulisan ini diunduh dan ditulis oleh penulis yang sama.

Sumber tulisan:

http://www.studentpulse.com/articles/533/copernicus-galileo-and-the-church-science-in-a-religious-world, Leveille, Nicholas P., Vol. 3 No. 5, 2011, dilihat pada 04.07.2013, hlm. 1

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/02/130207_pngsihir.shtml, BBC Indonesia, 07.02.2013, dilihat pada 04.07.2013

http://baduy.guru-indonesia.net/artikel_detail-8782.html, Unair, 30.05.2011, dilihat pada 04.07.2013

Sumber foto :

http://4.bp.blogspot.com/-rBBb0g6xVEg/Tyv-19vl0LI/AAAAAAAAAp4/MqXQnfAh4hk/s1600/kartun-sarjana.jpg

http://static.pulsk.com/images/2012/12/19/thumb_320_50d19c0cb059e_50d19c0cb12c9.jpg

Facebook Comments