KMP Simeulue | dishubkomintel.acehprov.go.id

KMP Simeulue | dishubkomintel.acehprov.go.id

NIASONLINE, JAKARTA – Upaya terakhir evakuasi jenazah Azas Bu’ulölö dan Jireh Manullang akhirnya terealisasi. Pagi ini, kedua jenazah diberangkatkan ke Telukdalam, ibukota Nias Selatan menggunakan kapal penyeberangan KMP Simeulue.

“Pukul 08.00 wib tadi sudah diberangkatkan menggunakan KMP Simeulue. Biasanya kapal itu berlayar sekitar 5-6 jam. Jadi kira-kira jam 13.00 -14.00 wib sudah tiba di Telukdalam,” ujar Kabag Tata Pemerintahan Pemda Nisel kepada Nias Online, Rabu (11/9/2013).

Sementara itu, Camat Pulau-Pulau Batu Hayudin Zamili memastikan jenazah Jireh Manullang juga diberangkatkan menuju Telukdalam. Awalnya, jenazah almarhum Jireh akan dievakuasi langsung menggunakan helikopter SAR ke Medan. Karena itu, rencananya hanya jenazah almarhum Azas yang akan dievakuasi menggunakan kapal ke Telukdalam.

“Selanjutnya, soal evakuasi jenazah Jireh Manullang ke daerahnya, sepenuhnya urusan Pemkab Nisel,” jelas dia.

Informasi sementara yang diterima redaksi Nias Online dari salah satu pejabat di Pemkab Nias Selatan, jenazah Jireh Manullang selanjutnya akan dibawa menggunakan ambulance ke Gunungsitoli dan dari sana menuju Sibolga. Selanjutnya, menggunakan mobil menuju rumah duka di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Saat pemberangkatan KMP Simeulue tadi pagi, kata dia, cuaca sudah membaik. Meski begitu, dia tidak bisa memerkirakan cuaca ketika kapal sudah berlayar.

“Kita doakan semoga cuaca baik dan pelayaran bisa tiba sesuai rencana,” kata dia.

Upaya evakuasi para korban, terutama jenazah Azas, melalui kapal juga telah diupayakan sejak Senin (9/9/2013). Kapal yang sempat berlayar selama dua jam, akhirnya balik ke Pelabuhan Tello karena dihadang ombak besar. Kemarin evakuasi kembali tidak memungkinkan lagi karena cuaca tidak kunjung membaik.

Kemarin pun, usulan untuk melakukan evakuasi menggunakan helikopter SAR gagal dilakukan. Bupati Nias Selatan, sebagaimana janjinya kepada perwakilan keluarga dan warga Bawomataluo mengaku telah berkoordinasi untuk penggunaan heli itu. Namun, kata dia, hal itu tidak bisa dilakukan karena faktor cuaca.

Padahal, paginya, heli yang sama sempat menjemput almarhum Sutrisno, yang notabene adalah pegawai Pemprov Sumut. Namun setelah itu helikopter itu tidak datang lagi mengevakuasi dua jenazah lainnya.

“Saya mendapat informasi dari Basarnas di Gunungsitoli yang berhubungan dengan Basarnas di Medan pada pukul 15.00 wib dan juga dari Kadis Pendidikan Nisel bahwa helikopter tidak bisa datang karena mengalami kerusakan,” kata dia.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima Nias Online dari pejabat internal Pemda Nisel yang tidak mau disebut namanya, tim SAR hanya mendapatkan perintah untuk mengevakuasi jenazah Sutrisno.

Alhasil, jenasah Jireh Manullang yang semula sudah disepakati akan dievakuasi langsung ke bandara Silangit (tidak lagi melalui Telukdalam, tempat dinasnya) untuk selanjutnya dimakamkan di Siborong-borong juga tidak terealisasi.

Hal itu memperkuat kesan bahwa memang tidak ada penugasan untuk melakukan evakuasi menggunakan helikopter bagi kedua korban tersebut. (EN)

Facebook Comments