Ilustrasi evakuasi | koran-sindo.com

Ilustrasi evakuasi | koran-sindo.com

NIASONLINE, JAKARTA – Jenazah almarhum Azas Bu’ulölö, korban kapal tenggelam di Kepulauan Batu segera diberangkatkan menuju Telukdalam, Nias Selatan. Saat ini, persiapan pemberangkatan sedang dilakukan.

“Khusus untuk ke Telukdalam, sedang persiapan untuk selanjutnya dimasukkan ke kapal,” ujar Camat Pulau-Pulau Batu Hayudin Zamili kepada Nias Online melalui sambungan telpon, Senin (9/9/2013).

Sementara evakuasi jenasah almarhum Sutrisno dan Jireh Manulang sampai saat ini belum dilakukan.

“Dari Medan sudah janji akan lakukan evakuasi. Tapi sampai saat ini belum dilakukan karena informasinya cuaca di sana belum baik,” jelas dia.

Dia menjelaskan, jenazah almarhum Jireh Manullang tidak dibawa ke Telukdalam. Jenazah PNS di Dinas Pendidikan Nias Selatan itu akan langsung dievakuasi ke Medan. “Jadi, yang ke Telukdalam satu jenazah saja,” kata dia.

Seperti diketahui, ketiga jenazah itu merupakan korban hilang akibat tenggelamnya kapal kecil yang mengangkut 12 orang (termasuk operator kapal) untuk melakukan verifikasi Kecamatan Terbaik Provinisi Sumut 2013.

Dalam perjalanan menuju Pulau Sipika, kapal yang mereka tumpangi dihajar ombak besar dan terbalik. Pada hari pertama kejadian, ditemukan lima korban meninggal. Memasuki hari ketiga pencarian, ketiga korban hilang akhirnya ditemukan kemarin, Minggu (8/9/2013) sore dalam keadaan meninggal.

Dengan demikian, total korban meninggal pada kejadian itu mencapai 8 orang. Tiga dari Lima korban meninggal yang lebih awal ditemukan telah dievakuasi ke Medan. Dua lainnya, dievakuasi ke Telukdalam karena keduanya merupakan pegawai Pemda Nias Selatan.

Dari total empat orang pegawai Pemda Nias Selatan yang meninggal dalam kejadian itu, dua orang berstatus sebagai pegawai honorer. Yakni, Amran Telaumbanua dan Azas Bu’ulölö. Dua-duanya menjadi pegawai honorer di Dinas Pendidikan Nias Selatan. (EN)

Facebook Comments