Ilustrasi | tribunnews.com

Ilustrasi | tribunnews.com

NIASONLINE, JAKARTA – Upaya mengevakuasi jenazah almarhum Azas Bu’ulolo hari ini mengalami penundaan. Pasalnya, kapal yang digunakan, KM Sorake II terpaksa balik ke Pulau Tello karena dihadang ombak besar.

“Kapal baru saja balik ke pelabuhan Tello. Sekarang kami di pelabuhan. Kapal terpaksa balik karena ombak besar setelah sempat berlayar lebih dari dua jam. Badai terlalu besar,” ungkap Camat Pulau-Pulau Batu Hayudin Zamili melalui sambungan telpon kepada Nias Online, Senin (9/9/2013).

Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu perkembangan cuaca untuk selanjutnya diputuskan apakah tetap melanjutkan perjalanan atau menunda sampai besok.

Pesawat Terbang

Ketika ditanya kemungkinan menerbangkan jenazah ke Pulau Nias menggunakan pesawat, Hayudin pesimistis. Pasalnya, kata dia, pesawat yang ada dengan rute Bandara Lasondre-Binaka milik Susi Air sangat kecil.

“Pesawatnya kecil dan tidak menerima kargo. Sudah sempat dicoba untuk mengangkut dua jenazah sebelumnya, tapi tidak bisa,” jelas dia.

Tidak hanya jenazah Azas, saat ini dua jenazah lainnya, yakni almarhum Sutrisno, pegawai Pemprov Sumut dan Jireh Manullang masih tertahan di Pulau Tello. Pasalnya, sampai saat ini helikopter yang akan mengevakuasi belum juga tiba.

“Sampai saat ini helikopternya belum tiba. Informasinya, ada masalah cuaca di sana yang tidak mendukung,” kata dia.

Ketiga korban terakhir ini, ditemukan kemarin sore oleh tim Muspika dan masyarakat setempat.

Sebelumnya, ketiganya dinyatakan hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik diterjang ombak besar saat menuju Pulau Sipika di Kepulauan Batu pada Jum’at (6/9/2013) sore. Tidak lama setelah kejadian, lima penumpang ditemukan meninggal dunia. Kelimanya sudah dievakuasi ke Medan dan ke Telukdalam, Nias Selatan. (EN)

Facebook Comments