Almarhum Azas Bu'ulölö | Etis Nehe

Almarhum Azas Bu’ulölö | Etis Nehe

NIASONLINE, JAKARTA – Pencarian intensif oleh tim gabungan Muspika dan masyarakat di Pulau-pulau Batu membuahkan hasil. Tiga korban hilang akibat kecelakaan perahu pada Jum’at (6/9/2013) sore ditemukan. Namun, ketiganya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Ketiga korban tersebut adalah Azas Bu’ulölö dan Jireh Manullang, keduanya pegawai dari Dinas Pendidikan Nias Selatan. Sedangkan satu korban lagi, Sutrisno, merupakan pegawai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).

“Puji Tuhan, tadi pukul 16.00 wib ketiganya ditemukan di sekitar Pulau Sifika dan Samaleke. Ketiganya ditemukan oleh tim Muspika dan masyarakat yang dikerahkan untuk melakukan pencarian,” ujar Camat Pulau-pulau Batu Hayudin Zamili kepada Nias Online melalui sambungan telpon, Minggu (8/9/2013).

Dia menjelaskan, saat ini, ketiga jenazah sedang menjalani proses visum di RSU Tello.
Selanjutnya, kata dia, ketiga korban direncakanan berangkatkan besok ke Medan dan ke Telukdalam.

Ketiganya merupakan rombongan dari 12 orang yang akan melakukan verifikasi kecamatan terbaik tingkat Provinsi Sumut 2013. Dalam perjalanan menuju Pulau Sifika, perahu mereka dihajar ombak besar dan terbalik.

Dengan demikian, total korban meninggal pada kecelakaan itu sebanyak delapan orang. Lima korban lainnya, merupakan tiga pegawai Pemprov Sumut yakni Syahrun (48), Saidin Purba (51) dan Bahrin Lubis (55) sudah dievakuasi ke Medan. Bahkan, hari ini sudah dimakamkan.

Sedangkan dua korban lainnya, Edison Halawa (44) dan Arman Telaumbanua (25) merupakan Pemda Nisel dan telah diserahkan kepada keluarga kemarin malam setelah dievakuasi ke Teluldalam menggunakan KM Simeulue.

Evakuasi

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga Azas di Bawömataluo telah menerima kabar tersebut.

Demikian juga halnya dengan keluarga Jireh Manullang. Menurut informasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nisel Faböwösa Laia, istrinya telah berangkat tadi pagi dan sudah tiba di Pulau Tello untuk memastikan kondisi suaminya.

Dia juga mengatakan, informasi terkini menyebutkan, keluarga meminta agar jenazah almarhum Jireh langsung dievakuasi ke Medan dan tidak lagi dibawa ke Telukdalam.

“Dengan demikian, kemungkinan jenazah almarhum Jireh akan dievakuasi bersama jenazah almarhum Sutrisno ke Medan besok. Sedangkan almarhum Azas akan dievakuasi menggunakan speed boat ke Telukdalam,” jelas dia. (EN)

Facebook Comments