Ilustrasi | dikonews.com

Ilustrasi | dikonews.com

NIASONLINE, JAKARTA – Akibat speed boat yang mereka gunakan dihantam ombak besar di perairan Kepulauan Batu, Nias Selatan, 5 penumpang dikabarkan meninggal dunia.

Speed boat itu membawa 11 penumpang selain operatornya. Akibat dihajar ombak, kapal kecil tersebut pecah dan tenggelam.

“Kapalnya jenis speed boat, membawa penumpang 11 orang selain operator,” jelas Sekretaris Daerah Sumut Nurdin Lubis di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (6/9/2013) malam.

Kapal tersebut membawa Tim Evaluasi Kecamatan Terbaik Sumut 2013. Mereka adalah para PNS dari Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sumut, Dinas Pendidikan dan Bagian Tata Pemerintahan. Mereka juga didampingi PNS dari Kabupaten Nias Selatan.

Mereka dijadwalkan mengunjungi Kecamatan Pulau-pulau Batu. Kecamatan itu diusulkan Pemkab Nias Selatan pada pemilihan kecamatan terbaik tingkat provinisi tahun ini.

Pada Jum’at sore, mereka meninjau beberapa desa yang terpisah laut. Dalam perjalanan tersebut, kapal mereka dihajar ombak besar hingga mengalami pecah dan lalu tenggelam.

Akibatnya, lima ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih belum ditemukan. Sementara empat orang lainnya berhasil menyelamatkan diri, termasuk operator boat.

Penumpang yang meninggal dunia adalah Bahren Lubis (55), Syahrun (45), dan Saidin Purba (45), Edison Halawa dan Armansyah.

Evakuasi ke Medan

Sementara itu, para korban yang saat ini masih berada di Pulau Tello, akan dievakuasi ke Medan menggunakan helikopter milik SAR. Pagi ini helikopter tersebut dijadwalkan berangkat ke Pulau Tello.

“Dari Pulau Tello, para korban akan dibawa melalui Bandara Pinang Sori di Tapanuli Tengah. Lalu diterbangkan lagi ke Medan,” jelas Kepala Badan Kesbangpolinmas Pemprov Sumut Eddy Syofian.

Helikopter jenis Bolkow tersebut akan berangkat dari Medan ke Bandara Pinang Sori untuk mengisi avtur. Selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Pulau Tello dengan perkiraan waktu penerbangan satu setengah jam. (EN/dtk/*)

Facebook Comments