Dr. Yoyok Wahyu Subroto | Koleksi Pribadi

Dr. Yoyok Wahyu Subroto | Koleksi Pribadi

NIASONLINE, JEPANG – Kekayaan dan keunikan arsitektur di Desa Bawömataluo terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk di dunia internasional.

Desa yang telah masuk daftar calon warisan dunia tersebut kini jadi perhatian terkait upaya pelestariannya.

Dalam sebuah kegiatan bernama Nihon Kenchikku Gakkai (Forum Seminar Arsitektur se-Jepang) tersebut, Bawömataluo menjadi bagian materi yang menjadi fokus bahasan.

Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Yoyok Wahyu Subroto, Ketua Tim Peneliti Desa Bawömataluo pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM.

Dr. Yoyok sendiri sejak dua tahun terakhir memimpin tim gabungan yang terdiri dari puluhan ahli dari berbagai universitas di Jepang dan para ahli dari UGM melakukan riset di Bawömataluo dalam rangka pengajuan sebagai warisan dunia ke Unesco.

“Saat ini sedang menyajikan Bawömataluo sebagai fokus bahasan. Ada lima materi yang dipaparkan,” ujar Dr Yoyok melalui pesan singkat kepada Nias Online dari Sapporo, Hokkaido, Jepang, Jum’at (30/8/2013).

Dia menjabarkan, materi I, terkait kondisi struktur dan konstruksi bangunan tradisional. Materi II. terkait manajemen ‘branded’ pariwisata Bawömataluo.

Kemudian, materi III terkait kebudayaan Nias Selatan khususnya Bawömataluo. Materi IV terkait kondisi lansekap alam Bawömataluo. Dan materi V terkait bangunan Omo Sebua.

Seminar berlangsung mulai hari ini, Jum’at (30/8/2013) sampai Minggu (1 September 2013) di University of Hokkaido, Sapporo, Jepang. Secara keseluruhan ada sekitar 3000 peserta dari para akademisi seluruh Jepang.

“Materi tentang Bawömataluo merupakan bagian dari forum tersebut,” jelas Direktur Graduate Programme dan Architecture and Tourism Plan UGM tersebut.

Tim yang dipimpin ahli antropologi arsitektur tersebut memulai riset di Bawömataluo pada Agustus 2011. Kemudian, beberapa kali datang lagi dan juga menggelar workshop terkait hasil riset itu. Rencananya, pada bulan November 2013, kembali akan melakukan workshop kepada Pemda Nisel dan masyarakat Desa Bawömataluo.

Bawömataluo sendiri telah masuk tentative list warisan dunia di Unesco sejak 2009. Namun, hingga tim tersebut menggelar riset pada 2011, tidak ada upaya serius, baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menuntaskan pengajuan status world heritage desa itu ke badan PBB tersebut. (EN)

Facebook Comments