Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anggota DPR RI yang juga Putra Kepulauan Nias Yasonna H Laoly kembali mendapat kepercayaan mengemban tugas pada jabatan penting di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hari ini, Yasonna ditetapkan sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI oleh pimpinan DPR RI setelah adanya usulan dari Fraksi PDI-Perjuangan yang diketuai Puan Maharani, yang juga putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Yasonna menggantikan Olly Dondokambey yang telah ditunjuk menempati posisi Ketua Komisi XI DPR RI.

Yasonna sendiri bukan orang baru di badan itu. Selama ini Yasonna berstatus sebagai anggota Banggar.

Awalnya Menolak Keras

Dihubungi terpisah, Yasonna membenarkan penunjukkannya. Meski begitu, dia mengakui sebenarnya awalnya menolak keras jabatan tersebut.

“Saya berusaha menolak keras jabatan pimpinan Banggar, walaupun sangat banyak teman-teman yang menginginkan jabatan itu. Pekerjaan ini penuh onak dan duri, dan tentu godaan yang sangat besar karena menentukan anggaran republik lebih dari Rp 1.800 triliun,” ujar dia melalui pesan Blackberry kepada Nias Online di Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Yasonna mengaku, karena alasan itu dia lebih memilih tetap sebagai Ketua Fraksi di MPR supaya rekan-rekannya yang ditunjuk pada jabatan Wakil Ketua Banggar tersebut. Dia mengaku menghabiskan waktu seminggu untuk memutuskan untuk menerima penugasan itu.

“Tapi pimpinan bilang, ini bukan pilihan tapi perintah partai. Dan saya tetap sebagai Ketua Fraksi. Jujur ini bisa menimbulkan rasa iri di kalangan kolega-kolega saya. Karena itu, mohon doakan saya. Lebih seminggu saya bergumul untuk memutuskan hal ini. Bagaimana pun, saya hanya berserah kepada Tuhan untuk membimbing saya menjalani tugas ini di tengah-tengah sorotan yang begitu tajam kepada Banggar saat ini,” tandas dia.

Akhir-akhir ini, Banggar memang sedang jadi sorotan. Maklum, alat kelengkapan DPR RI ini dianggap sebagai ‘kursi basah’ karena mengurusi persetujuan dan penetapan anggaran negara yang begitu besar.

Di sisi lain, sejumlah anggota maupun pimpinan Banggar akhir-akhir ini masuk dalam bidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baik sebagai saksi maupun tersangka.

Puan pun berharap, penunjukkan Yasonna yang juga anggota Komisi II DPR RI tersebut ikut berkontribusi memperbaiki kinerja DPR RI meski masa tugasnya tidak lama lagi. (EN)

Facebook Comments