Tes CPNS | seruu.com

Tes CPNS | seruu.com

NIASONLINE, JAKARTA – Bagi Anda yang ingin melamar pada lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebaiknya dari sekarang siapkan beberapa data dan dokumen yang diperlukan.

Hal itu untuk memudahkan Anda ketika mengikuti tes dengan sistem Computer Assited Test (CAT) karena bisa menghemat waktu akses.

Tidak hanya itu, ketelitian juga sangat perlu. Kesalahan yang Anda lakukan dalam memasukkan isian keterangan yang diperlukan, akan berbuat pengguguran Anda sebagai peserta tes.

Nah, data dan dokumen pendukung minimal yang Anda harus siapkan adalah:
– Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).
– Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir.
– Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir.
– Berkas pasfoto digital warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB.
– Berkas fotokopi digital ijasah dan transkrip dalam format PDF (dengan nama ekstensi PDF) dan maksimal berukuran 500 KB.
– Surat elektronik (Email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung.
– Judul dan abstrak tugas akhir / tesis / disertasi.
– Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti – Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.

Seperti dikutip dari situs setkab.go.id dikutip Rabu (28/8/2013), para pelamar juga diimbau melakukan registrasi dengan benar dengan mengisi formulir dengan benar dan lengkap. Kesalahan pengisian yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian dengan berkas digital pendukung yang telah diunggah sebelumnya, akan menyebabkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi).

Ketidaksesuaian data akan menyebabkan peserta tidak boleh ikut tes. Pada proses verifikasi, panitia juga tidak berwenang melakukan perubahan pada formulir isian pelamar.

Tes menggunakan sistem CAT, peserta wajib menyelesaikan 100 soal. Rinciannya, 35 soal tes wawasan kebangsaan (TWK), 30 soal tes intelegensia umum (TIU), dan 35 soal tes karakteristik pribadi (TKP). Untuk TWK dan TIU, jawaban yang salah diberi nilai nol, dan yang benar diberi nilai 5.

Sistem CAT ini diyakini bisa memutus mata rantai transaksi illegal berupa pemberian sogokan yang sering terjadi pada saat penerimaan CPNS.

Sistem CAT ini juga diperkuat dengan keterlibatan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk melindungi agar soal-soal pada sistem CAT tidak bocor. (EN)

Facebook Comments