Seleksi CPNS | IST

Seleksi CPNS | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Sudah jadi rahasia umum kalau setiap kali seleksi penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selalu jadi ajang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Akibatnya, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah untuk menyogok pegawai atau pejabat yang punya kuasa untuk mengatur kelulusan peserta seleksi.

Sebaliknya, tidak sedikit yang seharusnya lulus tes, namun harus gigit jari karena nama mereka dicoret oleh pejabat yang disogok dan menggantikannya dengan nama peserta lain yang telah memberikan sogokan.

Pemerintah pun berupaya mengatasi masalah itu dengan mengubah sistem pengujian para pelamar mulai tahun ini. Salah satunya dengan menerapkan sistem yang disebut dengan Computer Assisted Test (CAT).

Penegasan penerapan sistem itu tertuang dalam surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar tertanggal 29 Juli 2013. Surat itu ditujukan kepada pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.

Dalam surat itu, Azwar menegaskan, sistem CAT tersebut akan diterapkan pada seleksi CPNS 2013 dan 2014. Selain CAT, juga akan dikombinasikan dengan sistem Lembar Jawaban Komputer (LJK).

“Perlu kami beritahukan bahwa dalam rangka menjamin pelaksanaan seleksi CPNS yang kompetitif, obyektif, transparan dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, serta tidak dipungut biaya, pemerintah bertekad untuk tetap menerapkan sistem (CAT) dalam setiap pelaksanaan seleksi CPNS,” ujar Azwar seperti dikutip dari situs resmi menpan.go.id, Kamis (15/8/2013).

Adapun ketentuannya, yakni, pertama, untuk seleksi CPNS dari pelamar umum 2013 di kementerian/lembaga Pemerintah Provinsi diharapkan telah menggunakan sistem CAT, demikian juga bagi Kabupaten/Kota yang sudah siap.

Kedua, pelaksanaan seleksi CPNS dari pelamar umum tahun 2014 dan seterusnya, wajib menggunakan sistem CAT.

Untuk mendukung penerapan sistem CAT tersebut, Kemenpan juga menetapkan standar sarana pendukung yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Asisten Deputi Perencanaan SDM Aparatur Kemenpan Arizal mengatakan, materi soal di sistem CAT merupakan hasil kerja Konsorsium Perguruan Tinggi ditambah tim ahli. Soalnya mencapai ribuan selain bank data yang memiliki puluhan ribu soal yang dimiliki Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan bank soal itu, para peserta tes tidak akan mendapatkan soal yang sama, namun dengan tingkat kesulitan yang sama. Dengan soal berbeda, akan mengeliminir kemungkinan terjadinya praktik pembocoran soal. Tidak hanya itu,

Seperti diketahui, penerimaan CPNS jalur pelamar umum tahun ini akan dimulai pada September. Khusus di Kepulauan Nias, Kemenpan hanya mengizinkan empat daerah merekrut CPNS baru. Yakni, Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Utara. (EN)

Facebook Comments