Foto bersama peserta reuni | Etis Nehe

Foto bersama peserta reuni | Etis Nehe

NIASONLINE, JAKARTA – Berawal dari kerinduan untuk saling bertemu muka lagi setelah 18-21 tahun, sejumlah alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Telukdalam, Nias Selatan menggelar reuni kecil-kecilan di Jakarta.

Reuni mendadak yang digelar di Restoran Sentral kawasan Tomang, Jakarta Barat, Jum’at (2/8/2013) malam itu difasilitasi oleh Irwan Duha. Reuni alumni kedua sekolah itu ‘terpaksa’ digabung karena rata-rata berasal dari SMPN yang sama dan kemudian melanjut di SMAN yang sama. Beberapa melanjut ke sekolah lain, di luar Telukdalam, bahkan di luar Pulau Nias.

Untuk alumni SMPN, pertemuan itu adalah yang pertama sejak menamatkan studi sejak 21 tahun lalu. Sedangkan bagi alumni SMAN, pertemuan itu adalah yang pertama setelah 18 tahun.

Pertemuan ini diidekan salah satunya, oleh Susi Marlina Duha itu. Karena idenya mendadak pertemuan ini hanya dihadiri beberapa alumni yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Juga rata-rata yang kebetulan terhubung melalui grup BBM dan facebook.

Meski begitu, meski harus berjibaku dengan kemacetan jalan Jakarta menjelang arus mudik Lebaran 2013, mereka tetap datang. Ada yang membawa lengkap keluarganya. Juga ada berusaha datang mesti berlelah karena harus memboyong anak-anaknya karena tidak bisa ditemani suami yang kebetulan masih bekerja.

Bahkan, ada yang sempat mengatur waktu untuk datang dari tempat yang jauh. Misalnya, alumni bernama Libertin Laia yang datang langsung dari Pekanbaru dan Olohia’ö Waoma dari Sukabumi, Jawa Barat.

“Saya sangat senang dengan pertemuan ini. Bisa melihat teman-teman lagi setelah puluhan tahun. Saya meluangkan waktu dan meninggalkan keluarga karena merasa ini sangat penting. Saya senang sekali bisa melihat teman-teman lagi malam ini,” jelas Libertin.

Suasana pertemuan yang dikoordinir Dikari Wau tersebut begitu riuh. Kekocakan bercampur cerita kenangan lucu pada masa-masa sekolah menjadikan suasana dipenuhi tawa. Benar-benar menjadi momen untuk memuaskan diri melepas kangen setelah sekian lama.

Namun, pertemuan itu tidak berakhir dengan sekedar saling bertemu muka kembali. Mereka juga mulai membenihkan pemikiran untuk saling terhubung melalui berbagai kegiatan, termasuk pertemuan lanjutan. Juga pemikiran untuk menciptakan sebuah skema dukungan bagi sesama alumni, terutama pada saat kedukaan.

Pada kesempatan itu, juga diusulkan pertemuan yang bisa saja dua kali atau tiga kali dalam setahun. Selain itu, juga ada usulan untuk merancang pertemuan lanjutan, walau tidak dalam waktu dekat, yang akan digelar di Telukdalam. Namun, kepastian rencana itu akan diputuskan kemudian.

Suasana Reuni | Etis Nehe

Suasana Reuni | Etis Nehe

Serba Bahasa Daerah

Ada satu hal yang unik dari pertemuan ini. Mulai dari komunikasi di grup BBM maupun dalam percakapan selama acara, hampir semuanya menggunakan bahasa daerah, dialek Nias Selatan.

Sebuah pemandangan yang berbeda dimana saat ini dalam pertemuan berbagai kelompok masyarakat Nias di perantauan, termasuk di Jakarta dan sekitarnya kini cenderung berbahasa Indonesia.

Sebuah langkah awal yang baik melestarikan bahasa daerah yang kini mulai terancam karena kecenderungan para orangtua, bahkan hingga di desa-desa yang memilih mengajarkan dan berkomunikasi dengan anak-anak mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. (EN)

Facebook Comments