Pembangunan Irigasi Fawölö | Matius Zagötö

Pembangunan Irigasi Fawölö | Matius Zagötö

NIASONLINE, FANAYAMA – Pengerjaan pembangunan irigasi untuk mendukung pengairan di area persawahan Fawölö sedang berlangsung. Pekerjaan utama berupa pembangunan beton dari dasar sungai sudah selesai.

Selanjutnya tinggal pengerjaan pemasangan tali air. Tali air ini berupa saluran kecil yang akan mengalirkan air ke area persawahan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja sedang meneruskan pembangunan yang didanai dari APBD Kabupaten Nias Selatan 2013 tersebut.

Berdasarkan data yang dikutip Nias Online dari LPSE Kabupaten Nias Selatan, pemenang lelang proyek itu adalah CV Yenti dengan nilai proyek Rp 460.144.000 dari nilai pagu dan harga perkiraan sementara yang ditetapkan sebesar Rp 460.500.000. CV Yenti yang beralamat di Hilibadalu Desa Oladanö, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nisel.

Dengan selesainya irigasi itu, maka para petani akan segera bisa mengerjakan sawah mereka kembali setelah sekitar tiga tahun terbengkalai akibat ketiadaan pasokan air.

Akibat ketiadaan air, persawahan yang dimiliki dan dikelola warga dari tiga desa itu, yakni Desa Bawömataluo, Desa Orahili Fau dan Desa Hilimaniamölö tersebut sebagian besar dibiarkan terlantar dan ditumbuhi semak yang sudah lebat.

Kondisi persawahan saat ini yang dipenuhi semak | Matius Zagötö

Kondisi persawahan saat ini yang dipenuhi semak | Matius Zagötö

Sawah Fawölö merupakan salah satu sawah terluas di Kabupaten Nias Selatan. Juga menjadi salah satu sentra produksi padi terbesar selama bertahun-tahun selain sawah di Desa Hilisimaetanö, bahkan sebelum pemekaran.

Namun, karena irigasi mengalami kerusakan pada gempa pada 2005, kegiatan persawahan juga ikut terganggu. Irigasi itu beberapa kali diperbaiki, namun kembali mengalami kerusakan. (EN)

Facebook Comments