Konferensi Pers di Bandara Kualanamu | Etis Nehe

Konferensi Pers di Bandara Kualanamu | Etis Nehe

NIASONLINE, KUALANAMU – Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya Bandara Kualanamu resmi beroperasi per 25 Juli 2013.

Redaksi Nias Online hadir dalam rangkaian kegiatan peresmian tersebut yang diawali dengan penutupan Bandara Polonia pada 24 Juli 2013, pukul 23.30-00.00 wib.

Butuh 19 tahun bagi Sumatera Utara (Sumut) untuk mendapatkan bandara baru dengan berbagai kelebihan baru tersebut.

“19 tahun kami menunggu pembangunan bandara ini. Sejak 1994 kami sudah melakukan pembebasan lahan,” ujar Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi pada konferensi pers pada subuh Kamis, (25/7/2013) di ruang tunggu keberangkatan domestik Bandara Kualanamu.

Konferensi pers tersebut dihadiri juga oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Pangkosek Hanudnas Marsekal Pertama TNI Sungkono dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri S Sunoko.

Penerbangan perdana dari bandara itu dilakukan oleh pesawat Garuda, Lion Air, Air Asia hingga Wings Air dengan rute penerbangan menuju Bandara Binaka, Pulau Nias.

Dahlan mengaku puas dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dengan penutupan Bandara Polonia dan kemudian pembukaan Bandara Kualanamu. Dia langsung memuji manajemen AP II yang dipimpin Tri S Sunoko di depan para wartawan.

Area lantai tiga termasuk check-in | Etis Nehe

Area lantai tiga termasuk check-in | Etis Nehe

“Pindah rumah saja repotnya bukan main. Apalagi pindah operasional bandara. Saya sangat mengapresiasi manajemen AP II karena sukses melakukannya. Keraguan banyak pihak sehingga meminta ditunda lagi tidak terbukti,” ujar Dahlan.

Dia mengaku, hingga waktu pembukaan tersebut, banyak pihak yang meragukan keberhasilannya. Bahkan, menyarankan agar menundanya kembali.

Tri S Sunoko juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

“Kita bersyukur. Semua proses berjalan lancar,” ujar dia pada konferensi pers itu.

‘Serasa Bukan di Indonesia’

Bandara Kualanamu secara resmi menggantikan peran yang selama berpuluh tahun dilakukan Bandara Polonia.

Bandara yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Medan tersebut berdiri dengan megahnya di tengah area luas yang dikepung perkebunan kelapa sawit.

Beberapa pengguna jasa yang mengikuti penerbangan pada hari pertama pengoperasian bandara itu mengaku sangat kaget menyaksikan bandara itu.

“Serasa bukan di Indonesia. Hebat sekali. Besar dan megah,” ujar seorang perwira TNI-AD yang bertemu dengan Nias Online di ruang tunggu bandara yang dilapis karpet mewah tersebut. Dia sedang menunggu penerbangan menuju Padang pada pagi itu.

Stasiun KA Bandara Kuala Namu | Etis Nehe

Stasiun KA Bandara Kuala Namu | Etis Nehe

Pendapat senada juga diungkapkan para pengguna jasa lainnya maupun para pengunjung. Bahkan ada yang membandingkannya dengan bandara-bandara terkenal di dunia, di antaranya Kuala Lumpur International Airport dan Bandara Changi, Singapura.

Mereka tidak salah membandingkannya. Kesan pertama masuk di area bandara itu bak pusat perbelanjaan mewah. Baik dari desain, tata ruang, fasilitas hingga sistem penerangannya.
Area terminal yang bertingkat empat dan sangat luas itu memperkokoh kesan mewah dan besarnya bandara itu dibanding pendahulunya, Bandara Polonia.

Selain desain yang futuristik, desain interiornya juga membuat para pengunjung ataupun pengguna jasa betah. Meski di sana-sini masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan, Indonesia sudah layak berbangga memiliki bandara dengan desain dan kualitas internasional dalam pengertian sebenarnya.

Keunikan lainnya adalah, Bandara Kualanamu menjadi bandara pertama di Indonesia yang dilayani secara langsung oleh kereta api khusus yang dioperasikan oleh PT Railink. Railink adalah anak usaha patungan PT AP II dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Untuk tahap pertama, baru memiliki satu jalur KA dengan operasional mencapai 10 kali pergi dan 10 kali kepulangan. Ke depan, akan dikembangkan dan armadanya juga ditambah sehingga bisa mengimbangi arus kedatangan dan keberangkatan pesawat di bandara.

Ruang tunggu keberangkatan domestik, gate 5-8 | Etis Nehe

Ruang tunggu keberangkatan domestik, gate 5-8 | Etis Nehe

Stasiunnya di bangun tepat di depan Bandara Kualanamu. Meski bangunan stasiunnya sendiri masih dalam penyempurnaan, namun layanan kereta api sejak pembukaan kemarin telah berjalan dengan lancar. Stasiun itu terhubung langsung dengan area bandara yang dilengkapi dengan sejumlah eskalator.

Bahkan bila pekerjaan sudah tuntas, maka dengan sistem city check-in, pengguna kereta api langsung melakukan check-in keberangkatannya langsung di stasiun kereta api.

Dalam jajaran bandara megah dan mewah, kini Indonesia memiliki Bandara Kuala Namu, Bandara Internasional Ngurah Rai dan Bandara Sepinggan, Balikpapan yang juga sedang dalam pengerjaan.

Bandara Ngurah Rai yang diperbarui total akan beroperasi penuh pada Oktober 2013 bersamaan dengan pelaksanaan KTT APEC di Bali.

Magnet Pertumbuhan Ekonomi

Tak heran bila Dahlan dan Tengku Erry mengaku sangat bangga dan puas dengan kehadiran Bandara Kualanamu. Pasalnya, bandara itu tidak hanya menjadi yang terbesar di Sumut, tapi juga di Pulau Sumatera. Dan secara nasional, terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Bandara Kualanamu sendiri dipercaya akan menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumut, dan terutama Deli Serdang.

Lantai satu ruang kedatangan di lihat dari atas | Etis Nehe

Lantai satu ruang kedatangan di lihat dari atas | Etis Nehe

Sebab, dalam strategi industri penerbangan nasional, Bandara Kuala Namu memang didesain menjadi hub penerbangan internasional, khususnya wilayah Asia. Dalam konteks itu, Kualanamu diharapkan bisa mengambilalih peran itu dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia dan Changi, Singapura. Itu juga berarti, arus turis mancanegara akan makin lebih mudah mengakses wilayah Sumatera, dan khususnya Sumut.

Pembangunan bandara Kualanamu sejatinya belum selesai. Yang sudah dioperasikan ini, sesuai master plan-nya, baru tahap pertama. Sesuai kebutuhan dan perkembangan, akan menyusul pembangunan tahap kedua hingga tahap ketiga. Dan bila itu sudah terlaksana, dapat dipastikan Bandara Kualanamu bakal menjadi bandara terbesar di Indonesia, bahkan minimal di Asia Tenggara.

Obyek Wisata Baru

Daya tarik Bandara Kualanamu benar-benar luarbiasa. Pada malam hari, sebelum pembukaan, para pengunjung memadati area depan terminal bandara. Baik untuk melihat kemegahan bandara, bercengkerama, hingga berfoto.

Setelah diresmikan, lebih ramai lagi. Pasalnya, para pengunjung tidak dibatasi memasuki area dalam bandara, terutama di lantai tiga dimana pintu check-in berada.

Pintu akses otomatis ke ruang tunggu | Etis Nehe

Pintu akses otomatis ke ruang tunggu | Etis Nehe

Para pengunjung pada hari pertama itu langsung membuat bandara bongsor itu terlihat sesak. Area yang luas dan memanjang hingga jauh ke dalam membuat para pengunjung bisa menikmati seluruh area terminal itu. Sebuah keadaan yang tidak akan ditemui di bandara lainnya.

Di sana juga tersedia banyak kursi santai hingga kursi yang disediakan toko makanan di sekitar area itu. Minimarket seperti Indomaret, juga telah beroperasi di lantai yang sama.

Namun, para pengunjung hanya bisa sampai di area itu. Selanjutnya, untuk menuju ruang tunggu, para pengguna jasa bisa masuk di pintu khusus di lantai tiga tersebut dan menempelkan tiketnya pada peralatan pintu otomatis. Bila tiket sudah terbaca, pintu akan membuka dan bisa melenggang dan turun ke lantai dua di ruang tunggu untuk menunggu jadwal penerbangan.

Penyempurnaan

Bila Anda menuju dan datang ke bandara itu kemarin atau dalam beberapa hari mendatang, pasti masih akan melihat berbagai pekerjaan yang belum kelar. Terutama, persiapan toko yang sedang dikerjakan oleh para penyewa.

Di bagian luar, juga masih terdapat sejumlah pekerjaan yang diakui oleh Tri S Sunoko sebagai pekerjaan minor yang akan selesai dalam waktu dekat.

Karena itu, jangan kaget bila berada di dalam bandara. Masih akan mencium bau debu ataupun bunyi alat kerja para tukang. Namun, secara umum pekerjaan itu berada di area luar ruang tunggu keberangkatan.

pintu tolBeberapa hal lain yang masih belum mendukung di antaranya, akses jalan yang minim. Akses utama jalan nontol ke bandara itu setelah keluar dari jalan tol Tanjung Morawa, sangat kecil. Dari dua jalur yang dipersiapkan, hanya satu jalur yang bisa dilewati. Itu pun dibagi dua, untuk menuju dan keluar dari bandara. Itu sangat mengganggu bila terjadi kepadatan kendaraan yang berakibat pada keterlambatan menuju bandara.

Selain itu, sejumlah belokan jalan belum dilengkapi dengan rambu penunjuk jalan. Sedangkan pada malam hari, juga perlu ekstra hati-hati karena di ruas jalan tersebut masih banyak belum terpasang lampu penerangan jalan. Karena itu, berhati-hatilah bila menggunakan kendaraan pribadi menuju atau keluar dari bandara.

Tapi yang pasti, pekerjaan untuk membenahinya sedang berlangsung. Diperkirakan paling lambat, September tahun ini, semuanya sudah beres.

Selamat dan semoga selanjutnya, sukses. (Etis Nehe)

Facebook Comments