Pintu keberangkatan domestik | Etis Nehe

Pintu keberangkatan domestik | Etis Nehe

NIASONLINE, KUALANAMU – Menggantikan Bandara Polonia, Bandara Kualanamu resmi beroperasi mulai Kamis (25/7/2013).

Bandara megah dan terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta tersebut berlokasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Yang namanya masih baru, masih banyak kekurangan di sana-sini yang saat ini sedang dalam tahap penyempurnaan oleh PT Angkasa Pura II (AP II) selaku pengelola bandara.

Karena itu, bagi Anda yang akan menuju atau terbang melalui bandara tersebut, perlu perhatikan dan lakukan antisipasi untuk setidaknya tujuh hal berikut:

Pertama, tiba lebih awal di bandara, minimal minimal dua jam sebelum penerbangan. Kenapa begitu terburu-buru? Alasan utamanya, lokasi bandara itu, tidak berada di tengah kota, seperti halnya Bandara Polonia yang mudah dijangkau, khususnya bagi penumpang dari sekitar kota Medan.

Lalu, jalan akses ke bandara juga masih minim. Akses utama, berupa jalan nontol yang tersedia saat ini, juga relatif kecil. Dari dua jalur yang direncanakan, hanya satu yang bisa dilewati. Itu pun dibagi untuk jalur menuju bandara dan satunya, sebaliknya. Bila ada saja satu kendaraan mogok ataupun kecelakaan kendaraan, akan berdampak pada kemacetan panjang.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi, bila tidak terbiasa, bisa ‘tersesat’. Pasalnya, di beberapa persimpangan, belum semuanya memiliki papan penunjuk arah. Selain itu, pada malam hari juga perlu ekstra hati-hati. Belum semua ruas jalan tersebut memiliki penerangan. Sebagiannya sedang dalam tahap pemasangan.

Kedua, bawa bekal makanan/minuman dari rumah. Belum semua toko beroperasi di area bandara. Sedangkan membeli di luar area bandara juga tidak memungkinkan karena jauh dari kawasan pemukiman penduduk.

Ketiga, bawa masker. Di dalam area bandara masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan beberapa bagian. Terutama, pembangunan atau penyiapan toko-toko di area dalam bandara yang menyebabkan suara cukup bising di area kerjaan dan juga banyaknya debu.

Keempat, isi penuh baterai perangkat elektronik dari rumah dan bawa power bank. Di setiap tiang utama di seluruh area bandara telah disiapkan colokan. Namun, belum semuanya teraliri listrik. Anda akan kesulitan untuk mencas perangkat elektronik bila mengalami low-batt bila sudah di area bandara.

Kelima, atur waktu penerbangan Anda. Ini penting mencegah bila terjadi sesuatu yang membuat Anda harus menunda penerbangan. Juga penting bagi para penjemput. Pasalnya, di dalam bandara maupun di sekitarnya, tidak ada tempat menginap seperti hotel. Anda mesti ke Medan untuk mendapatkannya. Dan itu sangat merepotkan bila harus bolak-balik ke bandara dengan keadaan seperti dijelaskan pada poin pertama di atas.

Fasilitas eskalator di area bandara | Etis Nehe

Fasilitas eskalator di area bandara | Etis Nehe

Keenam, siapkan kipas manual atau kipas tangan. Mungkin saja keadaannya sudah lebih baik dalam beberapa hari mendatang. Tapi pada hari pertama pengoperasian bandara itu, mulai ketika agak siang hingga sore, terasa gerah karena panas. Pasalnya, fasilitas pendingin udara belum maksimal berfungsi.

Ketujuh, agar tak ‘tersesat’ rajin bertanya kepada petugas. Karena masih baru dan area bandara yang luas dan mencapai empat tingkat, besar kemungkinan Anda akan bingung dan tersesat di dalam bandara. Demikian juga pintu (gate) keberangkatan yang luas dan mencapai 12 pintu. Anda benar-benar akan kerepotan bila salah jalan atau mungkin dalam kondisi tidak terlalu fit.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu pengguna jasa penerbangan dari Bandara Kualanamu pada hari pertama penerbangan, Adolf Zebua.

“Untuk check-in saja bisa antri sampai 30 menit. Juga kurangnya petunjuk di dalam ruang bandara. Khusus untuk penerbangan yang ke Pulau Nias, pintunya paling ujung atau gate 12. Lansia yang berangkat dan menuju ruang tunggu keberangkatan akan sangat capek dan bisa-bisa menambah sakit rematik mereka,” jelas dia.

Nah untuk yang begini, sebaiknya dari saat check-ini para lansia sebaiknya menggunakan kursi roda saja agar tidak kelelahan berjalan di dalam bandara. Bisa juga memanfaatkan sejumlah fasiltias lift dan eskalator yang tersedia yang menghubungkan semua lantai bandara.

Untuk diketahui, pintu keberangkatan terbagi dalam dua segmen besar. Yakni, gate 1-4 untuk penerbangan internasional. Berada di sisi kanan bandara. Sedangkan gate 5-12 untuk penerbangan domestik berada di sisi arah kiri bandara. Pintu keberangkatan domestik itu sendiri terbagi dua segmen lagi. Gate 5-8 berada di sisi tengah dan 9-12 berada di sisi paling kiri bandara. (EN)

Facebook Comments