Ilustrasi | ras-eko.blogspot.com

Ilustrasi | ras-eko.blogspot.com

NIASONLINE, JAKARTA – Permasalahan yang mengiringi kengogotan pemerintah menerapkan kurikulum baru tahun ini ternyata belum selesai juga.

Kurikulum 2013 itu akan resmi berlaku pada seluruh mata pelajaran di sekolah menengah atas (SMA) saat dimulainya tahun ajaran baru pada Senin, 15 Juli 2013.

Namun, Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim mengungkapkan, sampai hari ini, baru tiga mata pelajaran yang telah siap buku pegangan siswanya. Yakni, pelajaran Sejarah, Matematika dan Bahasa.

“Bukunya sudah mulai dikerjakan. Kalau buku untuk mata pelajaran lain belum siap, boleh menggunakan teks apa saja. Yang penting tetap ikut filosofi kurikulum 2013,” ujar dia di Jakarta, Jum’at (12/7/2013).

Tak hanya itu, para guru pun baru akan dilatih pada 16 Juli. Mereka di latih di sekolah masing-masing, namun tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar .

Para guru dan kepala sekolah yang sebelumnya telah dilatih, diharapkan membagikan pengalamannya kepada rekannya.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti menegaskan, keterlambatan pencetakan buku pelajaran tersebut sebagai salah satu bukti ketidaksiapan pemerintah dalam menerapkan kurikulum baru. Dia juga ragu kualitas buku pelajaran itu.

“Menulis buku itu bukan hal yang mudah dan dapat dihasilkan dengan cepat. Saya juga penulis buku ajar. Saya ragukan kualitas bukunya nanti,” jelas dia.

Dia juga mempersoalkan perubahan yang dilakukan pemerintah. Dari sebelumnya hanya akan menerapkan kurikulum baru pada tiga pelajaran dan kini menjadi berlaku pada seluruh mata pelajaran.

“Perubahan mendadak seperti ini akan menyusahkan para guru dan mengorbankan anak didik,” tegas dia.

Generasi Otak Kosong

Sebelumnya, aktivis pendidikan Romo Benny Susetyo menilai penerapan kurikulum baru itu sangat berisiko bagi generasi mendatang.

“Ini jadinya bukan generasi emas, tapi generasi otak kosong. Korbannya adalah anak-anak, generasi ke depan,” ujarnya pada diskusi mengenai penerapan Kurikulum 2013 di gedung Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Kamis (9/7/2013).

Dia menguatirkan ketidaksiapan kurikulum itu dan para guru akan menghambat generasi mendatang untuk bisa berpikir lebih kritis.

“Para guru hanya diberi pelatihan untuk kurikulum ini cuma lima hari, itu pun bukan simulasi hanya sekadar ceramah,” ujar Benny seperti dilansir Antara.

Dia menduga, penerapan Kurikulum 2013 sekedar proyek saja. Dia juga yakin tidak akan bertahan lama, paling lama setahun. Bila nanti pemerintah berganti dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berganti, kurikulum juga akan ikut berubah.

Mendikbud M Nuh sendiri yakin bahwa Kurikulum 2013 sebagai jawab bagi tuntutan perkembangan global.

“Kurikulum 2013 itu mencetak orang kreatif, karena jawaban soal dalam kurikulum baru itu tidak tunggal. Kalau prinsip begitu yang diterapkan maka kita akan hormat kepada perbedaan,” ujar dia beberapa waktu lalu. (EN/*)

Facebook Comments