Ilustrasi | simplyupi.blogspot.com

Ilustrasi | simplyupi.blogspot.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anda bermimpi suatu kali akan berada dalam posisi menyandang gelar Profesor? Baiknya Anda menyiapkan diri saat ini.

Sebab, keadaannya tidak akan sama seperti sebelumnya, relatif ‘mudah.’ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan kebijakan baru memperberat syarat untuk mendapat gelar Profesor.

“Prasyarat untuk menetapkan lektor kepala dan profesor akan segera ditingkatkan,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Djoko Santoso usai membuka “Pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional 2013”, di Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Dia mengatakan, syarat yang lebih ketat itu akan diberlakukan mulai Agustus 2013. Yakni, calon lektor kepala minimal harus menyandang gelar doktor. Sedangkan calon profesor, minimal harus memiliki satu artikel atau karya tulis yang dipulikasikan di jurnal internasional.

Selain itu, lektor kepala juga akan diizinkan membimbing mahasiswa doktoral. Selama ini, hal itu hanya bisa dilakukan oleh profesor.

“Dulu, para calon doktor yang membimbingnya itu profesor. Itulah yang membuat produksi doktor di Indonesia seret,” papar dia.

Terkuat kekuatiran bahwa pengetatan syarat itu akan membuat ‘produksi’ profesor-profesor baru akan menurun, Djoko menanggapinya santai. Menurut dia, hal itu justru akan meningkatkan kualitas pendidik di perguruan tinggi.

“Itu kan namanya untuk mencegah adanya ‘profesor-profesoran’. Yang penting punya profesor berkualitas, meskipun cuma sedikit,” tegas dia. (EN/*)

Facebook Comments