Douglas Carl Engelbart dan Mouse pertamanya | dailyoftheday.com

Douglas Carl Engelbart dan Mouse pertamanya | dailyoftheday.com

NIASONLINE, JAKARTA – Mengetik, mengedit dan mengunggah berita ini bisa berlangsung dengan mudah dan cepat, salah satunya karena bantuan alat sederhana bernama mouse.

Berjuta bahkan bermiliaran orang yang menggunakan komputer di seluruh dunia, termasuk Anda, pasti merasakan manfaat dari keberadaan mouse tersebut, meski kini dalam bentuk yang lebih canggih di banding bentuk pertamanya.

Semua kemudahan dan kenyamanan tersebut dimungkinkan ada berkat seorang pria bernama Douglas Carl Engelbart yang lahir pada 30 Januari 1925 di Portland, Amerika Serikat.

Namun, kini dia sudah tidak ada. Baru saja pria dia dikabarkan meninggal dunia dalam usia 88 tahun. Dia meninggal di tempat kediamannya pada Selasa (02/07/13) karena penyakit ginjal.

Engelbart berayahkan seorang teknisi radio. Di masa remajanya, memiliki kebiasaan mengutak-atik peralatan yang ada dan kemudian mencoba menciptakan yang baru. Seorang dengan semangat ‘mencoba dan mencoba lagi.’

Sebenarnya, dia tak hanya menelurkan ide revolusioner yang menghasilkan mouse. Masih banyak lagi. Tapi, khusus mouse, itu bermula dari momen bersejarah pada 1968 ketika dia menyampaikan sebuah presentasi di San Fransisko.

Di depan sekitar 1.000 pakar teknologi terkemuka tersebut, dia memamerkan untuk pertama kalinya apa yang kini disebut sebagai mouse dalam bentuknya yang masih sangat awal.

Yakni dalam bentuk alat seukuran kotak rokok yang diberi roda kecil. Alat yang bisa menunjuk posisi X-Y pada sistem display itu adalah mouse yang pertama. Hanya berselang dua tahun, dia kemudian meraih paten atas alat unik dan multifungsi tersebut.

Dia menciptakan mouse pertama itu bersama asisten teknisinya bernama Bill English. Penggunaan nama mouse karena bentuknya yang memiliki ‘ekor’ berupa kabel serta bentuknya yang bulat seperti tikus. Dia sendiri tidak ingat siapa di antara timnya yang pertama sekali mencetuskan nama mouse tersebut.

Mouse sendiri kemudian baru tersedia secara komersil pada 1984 sewaktu komputer Macintosh dari Apple diperkenalkan.

Sepanjang karirnya, dia meraih 20 hak paten, dan berperan penting pada pengembangan internet, word processing dan navigasi hubungan online ke situs-situs internet lain.

Meski punya banyak kemampuan, dia tidak terobsesi untuk mencari kekayaan. Bahkan, dia tidak menerima royalti atas paten mouse yang diciptakannya yang dilisensikan Stanford Research Institute (SRI) tempat dia bekerja kepada perusahaan komputer terkenal Apple.

Dalam perjalanan karirnya, peraih penghargaan teknologi nasional dan Turing Award tersebut bahkan mengalami kesulitan pendanaan untuk riset-risetnya. (EN/*)

Facebook Comments