Ilustrasi | bibletranslations.us

Ilustrasi | bibletranslations.us

NIASONLINE, JAKARTA – Mengatasi kesenjangan pemahaman karena perbedaan bahasa sehari-hari dengan terjemahan Alkitab yang ada selama ini, saat ini sedang disiapkan proyek penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Kepulauan Batu (Hulo Batu), Nias Selatan (Nisel)

“Penerjemahan akan dimulai tahun ini,” ujar tokoh masyarakat Kepulauan Batu Pdt. F. L. Bidaya kepada Nias Online di Jakarta, Kamis (4/7/2013).

Proyek penerjemahan itu akan melibatkan sejumlah lembaga dan tenaga ahli. Tiga lembaga akan terlibat, yakni Sinode Banua Keriso Protestan Nias (BKPN), Sinode Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) dan Pioneer Bible Translator (PBT) dari Amerika Serikat.

Dia mengatakan, tim penerjemah itu terdiri dari tiga orang panitia, enam orang penerjemah dan satu orang konsultan yang semuanya berasal dari ketiga lembaga tersebut. Ephorus BNKP akan menjadi Ketua Panitia dan Ephorus BKPN sebagai Sekretaris.

“Sudah 124 tahun berita Injil masuk ke Kepulauan Batu, masyarakat belum memahami Alkitab dalam bahasanya sendiri. Selama ini, Alkitab yang dipakai berbahasa Nias, yang sulit dimengerti. Selama ini, setiap pelayanan, membaca Alkitab dengan langsung membacanya dalam bahasa Pulau-pulau Batu/Tello. Memahami Alkitab dalam bahasa sendiri akan berdampak bagi pertumbuhan iman,” jelas mantan Ephorus BKPN tersebut tentang alasan mendasar penerjemahan itu.

Dia menjelaskan, proyek penerjemahan ini merupakan kegiatan berbeda dengan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Nisel (Baca: Telukdalam. Saat ini Telukdalam telah dimekarkan menjadi beberapa kecamatan, redaksi) yang juga sedang berlangsung oleh tim berbeda.

Dia mengakui banyak kesamaan bahasa Kepulauan Batu dengan Bahasa Nisel. Namun, kata dia, juga terdapat cukup banyak perbedaan yang menjadikan penerjemahan itu menjadi kebutuhan penting.

“Selain itu, tujuan krusial lainnya dari penerjemahan itu adalah untuk pelestarian keunikan bahasa Pulau-pulau Batu. Ya, itu tujuan krusial yang kedua,” kata dia yang dalam kegiatan itu akan berperan sebagai salah satu penerjemah.

Dia mengatakan, kegiatan penerjemahan itu diperkirakan tuntas dalam waktu lima tahun.

Bahasa Telukdalam

Dia menambahkan, saat ini juga sedang berlangsung kegiatan penerjemahan Alkitab dalam Bahasa Nisel yang telah dimulai pada 2009 lalu yang bekerjasama dengan Yayasan Kartidaya.

Seperti diketahui, Alkitab yang masih digunakan di masyarakat Kepulauan Nias, termasuk di Nisel dan Kepulauan Batu masih dalam bahasa Nias bagian utara. Nias bagian utara yang dimaksud adalah wilayah pengguna bahasa selain Telukdalam sebelum pemekaran dan Kepulauan Batu dan bukan wilayah otonomi daerah.

Dalam banyak hal, bahasa Nias dan Nisel memiliki banyak perbedaan, baik pada kosakata, maupun pada logat. Bahkan, tidak sedikit kosa kata di kedua jenis bahasa itu yang artinya saling bertolak belakang.

Tidak hanya Alkitab, berbagai sarana kegiatan pelayanan gerejawi selama ini dibuat dalam bahasa Nias, termasuk buku lagu. Saat ini, buku lagu tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Nisel. (EN)

Facebook Comments