Ilustrasi |dailymail.co.uk

Ilustrasi | dailymail.co.uk

NIASONLINE, JAKARTA – Selama ini, menyiasati aturan yang melarang penggunaan telepon seluler (ponsel) saat menyetir, para pengendara menggunakan hands-free.

Pengunaaan alat itu dianggap jauh lebih aman dibanding salah satu tangan digunakan untuk mendekatkan ponsel di telinga.

Namun, penelitian terbaru di Kanada menyatakan bahwa penggunaan perangkat hands-free tersebut secara signifikan lebih berpotensi bahaya.

“Penggunaan hands-free justru membuat pengemudi melakukan kesalahan. Di antaranya, melintasi garis tengah, mengebut, atau mengubah jalur tanpa menyalakan lampu penanda,” seperti dilansir Daily Mail pada Selasa (28/5/2013).

Studi tersebut dipimpin Profesor Yagesh Bhambhani, dari Universitas Alberta di Kanada. Studi itu menunjukkan terjadinya lonjakan kesalahan juga berhubungan dengan lonjakan detak jantung dan aktivitas otak.

Timnya meneliti 26 peserta yang menyelesaikan kurus mengemudi menggunakan simulator mengemudi. Pada tahap pertama, mereka diuji dalam kondisi ‘kontrol’ dimana mereka melalui jalan-jalan kota virtual tanpa menggunakan perangkat telekomunikasi. Kemudian, mereka diuji lagi sambil menggunakan perangkat hands-free.

Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan aktivitas otak saat berbicara pada perangkat hands-free dibanding pada saat kondisi ‘kontrol’.

“Juga ditemukan bahwa aliran darah ke otak meningkat secara signifikan selama telekomunikasi hands-free. Sebab neuron dalam otak membutuhkan oksigen yang lebih banyak,” jelas Prof Bhambhani.

Banyak penyebab kecelakaan yang memicu kematian di jalan raya. Mulai dari ketidakmahiran berkendara hingga pelanggaran aturan lalu lintas.

Perilaku berkendara juga menjadi pemicu utamanya. Di antaranya, kebiasaan ugal-ugalan, rasa percaya diri berlebihan, dan tidak menggunakan peralatan keselamatan berkendara seperti helm telah menjadi penyebab kematian seketika saat terjadi tabrakan.

Penggunaan telepon seluler saat berkendara juga menjadi penyebab kecelakaan tertinggi. Pemerintah di berbagai negara pun memberlakukan aturan berkendara sambil menggunakan telpon genggam.

Namun, para pengendara menyiasatinya dengan menggunakan hands-free, yang dikira lebih aman. Namun, hasil studi terbaru membuktikan sebaliknya.

Jadi, hentikanlah kebiasaan menggunakan ponsel saat berkendara, termasuk menggunakan hands-free sekalipun.

Hindarkan diri Anda, keluarga maupun orang lain dan keluarganya menjadi korban kecelakaan yang harusnya bisa dihindarkan dengan kedisiplinan berkendara. (EN)

Facebook Comments