Ilustrasi | kaltimtoday.com

Ilustrasi | kaltimtoday.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sebanyak 4.564 siswa SMU dan sederajat yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Sumatera Utara (Sumut) dinyatakan tidak lulus.

Yang lebih mencengangkan, meski dari sisi tingkat ketidaklulusan bukan yang terburuk, namun dari sisi jumlah total ketidaklulusan, jumlah itu mencapai separuh dari total ketidaklulusan nasional.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), total siswa yang tidak lulus secara nasional mencapai 8.851 siswa.

Rinciannya, jumlah siswa SMA/MA (Madrasah Aliyah) yang mengikuti UN sebanyak 1.581.286 siswa dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa. Sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.

Untuk siswa SMK, jumlah peserta UN sebanyak 1.106.140 orang dan dinyatakan lulus sebanyak 1.105.539 orang. Artinya, siswa yang tidak lulus mencapai 601 orang. Dengan demikian, total siswa yang tidak lulus 8.851 orang.

Tingkat ketidaklulusan paling tinggi terjadi di Aceh sebesar 3,11% dan disusul Papua sebesar 2,85%.

Sebelumnya, usai menerima hasil ujian tersebut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Hendri Siregar menjelaskan, 4.564 siswa SMU dan sederajat di Sumut tidak lulus.

Rinciannya, untuk SMA dan Madrasah Aliyah, dari 117.961 siswa yang ikut UN, yang tidak lulus sebanyak 2.948 orang atau 2,51%. Sedangkan untuk SMK, dari 82.428 peserta, yang tidak lulus sebanyak 1.616 siswa atau 1,96%.

Hendri belum bisa menyebutkan penyebab tingginya jumlah siswa yang tidak lulus tersebut. Tapi dia tidak menyangkal kemungkinan dampak dari pelaksanaan UN yang kacau beberapa waktu lalu.

“Penyebabnya kami belum tahu. Tapi mungkin saja salah satunya karena keterlambatan naskah UN itu,” jelas dia.

Dia mengatakan, bagi siswa yang tidak lulus, masih bisa menggunakan jalur lain. Yakni mengikuti ujian paket C. Meski begitu, dia belum bisa memastikannya karena masih menugngu kebijakan dari Kemendikbud di Jakarta. (EN)

Facebook Comments