Tarif Tenaga Listrik Untuk Periode 1 April – 30 Juni 2013

Friday, April 5, 2013
By nias

pln Nias Online – Kenaikan tarif tenaga listrik secara bertahap sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 30 tahun 2012 memasuki tahap pemberlakuan kedua, yakni terhitung mulai tanggal 1 April 2013 dan efektif hingga 30 Juni 2013. Dalam Pasal 3 Permen ESDM 30 tertanggal 21 Desember 2012 tersebut dirinci tahapan kenaikan Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut: (1) 1 Januari s/d 31 Maret 2013, (2) 1 April s/d 30 Juni 2013, (3) 1 Juli 2013 s/d 30 September 2013, dan (4) 1 Oktober 2013.

Berikut adalah rincian tarif tenaga listrik untuk (1) Keperluan Rumah Tangga, (2) Pelayanan Sosial, (3) Keperluan Bisnis, dan (4) Keperluan Industri – untuk tahapan kenaikan 1 April – 30 Juni 2013.

TTL-RT

TTL-SOS

TTL-BIS

TTL-IND

(brk*/)

Tags:

2 Responses to “Tarif Tenaga Listrik Untuk Periode 1 April – 30 Juni 2013”

  1. 1
    perix Says:

    setuju bwanget lah……
    tapi, bagaimana dengan kami yang di pedalaman.. masih belum menikmati listrik negara…
    Kepada pemerintah kami.. tolonglah perhatikan kami ini khusunya di daerah Kec. SUSUA -nias selatan

  2. 2
    Yunie Waruwu Says:

    Opini dibalik kenaikan TDL, dalam konteks Pulau Nias.

    Kenaikan tarif itu telah diperhitungkan sesuai ketentuan yg berlaku, oleh pemerintah. Namun pedtanyaan mnggelitik adalah, apakah telah diperhitungkan pula praktek “nyala padam dan nyala lagi akibat kesalahan teknik dari mesin-mesin PLN / Perusahaan pnyedia arus listrik” yang mendrive percepatan tegangan hampir 100% itu, setiap kali menyala setelah dipadamkan?

    contoh dekat saja tanggal 5 april 2013, seingat saya telah terjadi 5 (lima) kali arus listrik, dan lima kali pula dinyalakan. Tentu fakta 5 (lima) kali pemadaman dan menyala ini telah meningkatkan angka jumlah Meteran kwh yang tercatat pada setiap unit meteran, setiap kali dinyalakan kembali (manual / digital) dirumah pelanggan. Artinya biaya pembayaran kwh yang tercatat didalam nota tagihan rekening listrik yang dibayar pelanggan settiap bulannya tentu meningkat, dari jumlah kwh meter kebutuhan yang sesungguhnya / yang telah dipergunakan / dinikmati pelanggan dalam kurun waktu masa tagihan rekening itu.

    Pertanyaan Selanjutnya, akumulasi dari kelebihan kwh yang disebabkan adanya “padam lalu kemudian hidup” itu untuk setiap unit meteran konsumen itu diasumsikan sesuai fakta minimal interval jumlah pemadaman itu dalam sebulan dirata-ratakan 2 (dua) kali saja, maka kewajiban “tidak resmi” dari setiap meteran pelanggan ada sebesar Rp.1000 x 2 = Rp.2000, – setiap bulan.

    Lalu, jika diasumsikan meteran terpasang diseluruh kepulauan Nias ada kurang lebih sebanyak 20000 unit meteran (menurut infonya jumlah unit meteran yg telah terpasang melebihi dari angka ini, baik manual maupun digital), maka hampir dapat menyentuh angka Rp.40.000.000, – jumlahnya dalam sebulan. Melalui asumsi ini, total jenderalnya dalam setahun adalah Rp.40.000.000 X 12 bulan dalam setahun, maka didapati angka menyentuh Rp.480.000.000, – Sangat fantastis sekali.

    Padahal dalam ketentuan perusahaan PT PLN yang telah dikampanyekkan petingginya itu di Jakarta melalaui ekspos resmi melalui media cetak dan elektronik beberapa waktu lalu, bahwa “agar setiap pelanggan mencatat berapa kali terjadi pemadaman dalam seharinya, selanjutnya berapa kali jumlahnya dalam sebulan, sehingga pada saat pembayaran rekening listik setiap bulannya itu dapat dikompensasi langsung / dikurangi dari beban biaya rekening yang harus dibayar, yg tercatat dalam tagihan rekening listrik bulan tersebut.”

    Kesimpulannya,
    1. ditemukan dari asumsi minimal ini, dari masyarakat konsumen diambil / dibebankan “biaya tidak resmi” sebagai akibat dari kegagalan teknik penyedia arus listrik untuk memenuhi hak konsumennya menikmati pelayanan 24 jam aktif secara terus menerus tanpa kompensasi, yaitu melalui nota kuintasi tagihan rekning listrik setiap bulannya;
    2. selama PT PLN di Nias ini berdiri sendiri tidak pernah melakukan sosialisasi hak konsumen ini, padahal dana sosialisasi / promosi program tetap disediakan perusahaan;
    3. PLN Nias selaku penjual / penarik rekening listrik tidak pernah mengkompensasikan hak masyarakat konsumennya. Sebab kami salah seorang konsumennya;
    4. niasonline.net setahu saya belum pernah proaktif mensosialisasikan hak konsumen ini. Sebab masyarakat kita masih banyak yg belum mengetahui persis akan haknya ini;
    5. diharapkan setiap konsumen dapat meminta hak penyediaan energi litrik ini 24 jam secara terus menerus, serta agar memberikan kompensasi setiap terjadi pemadaman yg terjadi kepada penyelenggaranya sesuai ketentuan yg dikeluarkan PLN dari Jakarta;
    6. conter penagihan menarik Rp.3000, – setiap hari keterlambatan kepada konsumennya di Gunungsitoli, kami tetap bayar Rp.6000, – hari keterlambatan ini, setelah saya tegaskan kepada keluarga besar kami, tunuannya untuk ada dasar alasan dan bukti untuk meminta hak kompensasi konsumen ini nantinya;
    7. Asumsi ini tidak termasuk kompensasi hak konsumen atas pemadaman melampauhi 8 jam;
    8. Jika ada keberatan akan hal kompensasi ini agar penyelesaiannya dapat dilakukan melalui Pengadilan Niaga, namun secara kolektif biasanya.

    Demikian opini saya ini yg disajikan tujuannya agar kita semua tahu.

Leave a Reply

Kalender Berita

April 2013
M T W T F S S
« Mar   May »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930