Wakapolri Komjen Nanan Sukarna (Foto: Republika)

Wakapolri Komjen Nanan Sukarna (Foto: Republika)

NIASONLINE, JAKARTA – Tak sedikit masyarakat yang mengalami kendala ketika ingin menyampaikan keluhan ataupun melaporkan sebuah tindakan kriminal ke kepolisian.

Baik karena jauhnya pos atau kantor polisi, maupun karena ketidakadaan fasilitas layanan khusus pengaduan melalui telepon. Atau kalaupun ada, mungkin banyak yang tidak bisa mengingatnya karena berupa deretan banyak nomor yang sulit diingat.

Kini, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencoba mengatasi kesulitan itu. Yakni dengan meluncurkan saluran khusus panggilan darurat (emergency call center) dengan nomor khusus 110.

Melalui nomor khusus itu, semua keluhan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian maupun kejadian tindakan kriminal di seluruh Indonesia akan ditampung.

Selanjutnya, seperti diungkapkan Wakil Kapolri Komjen Nanan Sukarno, setiap laporan yang
masuk tersebut kemudian akan diteruskan langsung ke polres-polres setempat darimana pengaduan itu datang untuk segera ditindaklanjuti.

“Semua aduan masyarakat akan ditampung call center Polri, dan kemudian diteruskan ke
polres-polres setempat. Harapannya bisa cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta, Rabu (30/1/2013).

Dia menjelaskan, call center bebas pulsa tersebut akan beroperasi selama 24 jam dan dilayani oleh 100 operator. Layanan itu bertempat di City Walk Lantai 3, Jalan Sudirman, Jakarta.

Warga yang menelpon, juga dipastikan tidak dikenai biaya alias gratis.

“Adapun biaya operasional call center ditanggung oleh negara, melalui kerjasama Polri dan PT Telkom,” jelas dia.

Nanan mengakui, saluran khusus pengaduan itu merupakan pengganti dari nomor 112 yang pernah diluncurkan namun tidak optimal pemanfaatkannya. (EN)

Facebook Comments