Pesawat BAE-100 Manunggal Air Service di Bandara Binaka, 4 Januari 2013 (Foto: Dewi Nehe)

NIASONLINE, NIAS – Masyarakat Pulau Nias minta agar ada penerbangan tetap dari maskapai lainnya ke daerah itu.

Termasuk meminta maskapai Manunggal Air yang selama liburan Natal dan akhir tahun lalu hingga awal tahun ini terbang ke Bandara Polonia, Nias, agar memermanenkan penerbangannya ke wilayah itu.

“Penerbangan Manunggal Air ini sangat membantu, apalagi saat libur seperti ini. Pasalnya, sekarang ini cuma diterbangi Wings Air setelah Merpati Airlines berhenti beroperasi. Akibatnya, warga susah dapat penerbangan. Selain itu, tiketnya juga jadi mahal sekali,” ujar Kornelius, seorang warga Nias Selatan kepada indonesiainfrastructurenews.com, Kamis (3/1/2013).

Kornelius sendiri yang sedang berlibur ke Nias Selatan harus bersusah payah mendapatkan tiket maskapai Wings Air. Tidak hanya tiket waktu berangkat, tapi juga tiket untuk pulang ke Jakarta.

“Beruntung saya mendapatkan tiket Manunggal Air,” kata dia.

Secara terpisah, Kepala Kelompok Teknisi (Kapoksi) Bandara Binaka Dalihuku Duha mengatakan, Manunggal Air mulai terbang ke bandara itu pada 21 Desember 2013 dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari.

Namun, kata dia, penerbangan Manunggal Air itu tidak bersifat tetap atau reguler. Selama penerbangan pada akhir tahun 2012 dan awal 2013 ini, kata dia, hanya menggunakan flight approval, yang biasanya diberikan secara insidentil untuk penambahan frekuensi penerbangan secara tidak tetap atau pun penerbangan charter.

Dia juga berharap Manunggal Air bisa terbang tetap ke Pulau Nias. Dia mengakui, masuknya Manunggal Air sangat membantu masyarakat karena adanya pilihan penerbangan dan bisa membuat tiket pesawat lebih bersaing.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah menjelaskan kepada pihak maskapai yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma tersebut mengenai kebutuhan penerbangan di Pulau Nias.

“Kami sudah memberitahukan kepada mereka juga kalau di sini sangat membutuhkan penerbangan tambahan selain yang sudah ada saat ini. Kalau dia sudah tahu pasarnya di sini, mungkin saja bisa bertahan di sini nanti,” jelas dia.

Seperti diketahui, sejak Merpati Airlines menghentikan operasinya ke wilayah tersebut, praktis tinggal Wings Air yang terbangi rute Bandara Polonia-Bandara Binaka tersebut.

Sebelumnya, maskapai Riau Airlines dan SMAC telah lebih dahulu menghentikan operasinya karena masalah manajemen kedua maskapai itu. (IN-25)

Sumber: IndonesiaInfrastructurenews.com

Facebook Comments