Pesawat Manunggal Air (Foto: jetphoto.net)

NIASONLINE, JAKARTA – Warga Pulau Nias yang berlibur akhir tahun lalu dan akan kembali ke perantauan mereka awal bulan ini sedikit lega. Pasalnya, terbatasnya penerbangan ke dan dari Bandara Binaka setidaknya teratasi selama sekitar dua minggu terakhir ini.

Sebab, sejak 21 Desember 2012, pesawat jenis BAE-100 milik Manunggal Air terbang dua kali sehari ke Bandara Binaka dari Bandara Polonia, Medan.

“Sejak 21 Desember 2012 Manunggal Air terbang ke sini. Terbang dua kali sehari. Pukul 8.00 Wib dan 14.00 Wib dari Bandara Binaka. Masyarakat cukup terbantu di hari libur ini karena jumlah pesawat bertambah paska Merpati Airlines menghentikan operasinya di sini,” ujar Ketua kelompok teknisi (Kapoksi) Bandara Binaka (Kapoksi) Dalihuku Duha kepada Nias Online, Kamis (3/1/2013).

Sayangnya, kata dia, penerbangan Manunggal Air tersebut bukan penerbangan reguler alias non-schedule (tak berjadwal). Penerbangannya hanya menggunakan flight approval (FA) saja dan akan berakhir setelah izin FA itu berakhir.

FA adalah semacam izin penerbangan yang sifatnya insidentil yang diberikan karena pertimbangan kebutuhan tertentu. Baik untuk menambah frekuensi penerbangan secara tidak reguler maupun penerbangan bersifat charter.

Namun dia berharap, setelah melihat besarnya potensi pasar penumpang dari dan ke Bandara Binaka yang cukup besar, Manunggal Air bisa mempertimbangkan untuk mengajukan izin terbang permanen.

“Kami sudah memberitahukan kepada mereka juga kalau di sini sangat membutuhkan penerbangan tambahan selain yang sudah ada saat ini. Kalau dia sudah tahu pasarnya di sini, mungkin saja bisa bertahan di sini nanti,” jelas dia.

Dia menjelaskan, sejak berhentinya operasional pesawat Merpati Airlines November lalu, masyarakat cukup kesulitan, terutama pada saat libur seperti Hari Natal dan menjelang tahun baru.

“Memang selama ini Wings Air sudah terbang empat kali sehari. Tapi, tetap saja itu masih kurang, apalai kalau liburan seperti saat ini,” kata dia. (EN)

Facebook Comments