Logo Seminar Potensi Pemuda, Prospek & Tantangan Masa Depan di Desa Bawömataluo, 26-27 Desember 2012 (Foto: Panitia)

NIASONLINE, Jakarta – Bulan Desember 2012 ini menjadi bulan yang akan sangat berbeda bagi masyarakat Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Seperti biasa, bulan Desember ini padat dengan kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru. Namun, kali ini, ditambah dengan dua kegiatan besar dan penting, bahkan berskala internasional.

Kegiatan itu adalah berupa seminar dengan tema ‘Potensi Pemuda, Prospek dan Tantangan Masa Depan’ yang akan digelar pada 26-27 Desember 2012.

Pada acara yang digelar untuk pertama kalinya dan bekerjasama dengan International Labor Organization (ILO) itu menghadirkan para pembicara yang hampir semuanya merupakan tokoh Nias Selatan dari Desa Bawömataluo yang sukses di bidangnya di perantauan.

Mereka adalah Dr. Hekinus Manaö, AK, MACC, CGFM (mantan Executive Director World Bank), Kombes Drs. Asli Manaö, SH (Mabes Polri), Kompol Dr. Hilarius Duha, SH, MH (Kepala Bagian Pengawas Penyidik Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya), Disiplin F. Manaö, SH, MH (Hakim Tinggi Balitbangdiklat Mahkamah Agung), Dr. Hadirat Manaö, SH, MH (Mantan Ketua DPRD Nias Selatan), Waspada Wau (Community Facilitator of ILO).

Dalam seminar itu, sejumlah topik akan jadi fokus pembahasan. Yakni, Motivasi Untuk Sukses dan Berprestasi; Bahaya Narkotika; Peluang Menjadi Prajurit TNI, POLRI dan Tantangannya; Memahami Hukum Negara RI, Terutama Penyelenggaraan Pemerintah; Kabupaten Nias Selatan, Dinamika Menjelang Satu Dasawarsa Pemekaran; dan Akar Tradisi Eksitensi Modernisasi.

Seminar itu, seperti diungkapkan Ketua Panitia Nasowanolo Wau, ditargetkan dihadiri sebanyak 500 peserta di luar undangan dan pemakalah. Rinciannya, 200 orang dari pemuda desa Bawömataluo dan 300 orang dari luar desa Bawömataluo.

Terkait kegiatan itu, panitia tidak hanya mempersiapkan acara seminar. Sebelum acara itu berlangsung, juga melakukan kegiatan bersih lingkungan berupa kerja bakti sebanyak dua kali serta malam kesenian.

Sedangkan pada hari pelaksanaan seminar, selain acara pokok juga akan digelar kegiatan Sanggar budaya oleh pemuda Desa Bawömataluo, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kabupaten Nias Selatan, Ibadah Singkat, Orahu, Sambutan-sambutan, dan tanya jawab.

Latar Belakang dan Tujuan

Selain memanfaatkan momen pulang kampung untuk merayakan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 dan sebagai kesempatan untuk bertemu setelah sekian waktu berpisah karena tuntutan tugas dan kewajiban lainnya, acara yang telah lama dirancang ini terwujud karena berbagai pemikiran yang melandasinya.

Di antaranya, menyadari besarnya potensi pemuda dalam perkembangan yang dinamis ini, mereka membutuhkan penanganan khusus agar keberadaannya tidak menjadi kontraproduktif.

Di sisi lain, sejumlah warga Desa Bawömataluo sendiri telah berhasil membuktikan pencapain mereka di bidang masing-masing. Mereka bahkan berkiprah di level nasional dan internasional.

Pengalaman dan pengetahuan mereka menjadi tambang pencerahan yang diharapkan membawa para pemuda pada masa depan yang lebih baik. Karena itu, momen pulang kampung kali ini, tidak disia-siakan. Menjadi ajang untuk saling berbagi dan saling menguatkan.

Diharapkan para pemuda Bawömataluo dan pemuda Nias lainnnya yang mengikuti seminar itu termotivasi menggali potensi yang ada di dalam dirinya, melihat berbagai prospek, berinovasi dan berimprovisasi sedemikian rupa dalam seluruh proses menuju pencapain masa depan yang cerah di tengah tantangan globalisasi ini.

Para pemuda juga diharapkan bisa membentengi dirinya dengan hal-hal yang positif sedemikian rupa agar tetap fokus pada tujuan utama hidupnya dan mencapainya.

Serta menumbuhkan rasa menghargai potensi yang dimiliki, menginspirasi untuk memiliki prospek atau pengharapan baik untuk masa depan dan memberikan pemahaman bahwa tantangan hanyalah sebuah proses untuk mematangkan mental dan kepribadian.

Bawömataluo Menuju Warisan Dunia

Kegiatan riset awal yang digelar oleh para peneliti dari berbagai universitas Jepang dan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendukung pencalonan Desa Bawömataluo menjadi warisan dunia (world heritage) di Unesco, juga menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan ini.

Tim riset tersebut telah memulai kegiatan mereka pada Agustus tahun lalu. Hingga tahun ini mereka terus bekerja.

Dan pada 27-29 Desember 2012 akan menggelar workshop untuk memaparkan hasil riset mereka serta berdiskusi dengan masyarakat Desa Bawömataluo terkait berbagai rangkaian kegiatan dan komitmen yang dibutuhkan untuk mendukung perjuangan menuju warisan dunia tersebut.

Pengajuan itu, membutuhkan dukungan dan upaya komprehensif, tidak hanya dari para peneliti, tetapi juga dari pemerintah pusat, pemerintah daerah. Dan yang paling penting adalah, dukungan dari masyarakat Desa Bawömataluo sendiri untuk berkomitmen menjaga, memelihara dan mengembalikan keadaan desa ini seperti sediakala.

Pengajuan ini akan memakan waktu bertahun-tahun. Akan banyak yang harus dilakukan, termasuk perubahan-perubahan untuk mengembalikan berbagai bagian dari desa itu pada keadaan aslinya.

Anda ingin merasakan kebersamaan sekaligus mendapatkan pengetahun baru, jangan sia-siakan kesempatan ini. Hadiri seminar itu sembari menikmati keindahan dan keunikan desa Bawömataluo yang telah masyhur itu.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi panitia: Wilhelmus Haria (085213211052), Lani Zagoto (085362817826), Asniar Nehe (081361044370).Bisa juga melalui email di: panitiaseminarBawömataluo12@gmail.com. (EN)

Facebook Comments