Judul artiketl di Kompasiana.com (Foto: EN)

NIASONLINE, Jakarta – Sebuah artikel berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’ tampil di situs kompasiana.com.

Artikel yang diunggah oleh Kompasioner (nama lazim bagi pengguna mikroblog Kompasiana.com) bernama Dyandra Kusumawardani pada pada 5 Desember 2012 pukul 00.33 wib tersebut, menuturkan dengan blak-blakan beberapa keadaan yang negatif di Kabupaten Nias Selatan, khususnya di daerah Mejaya dan Sa’ua.

Dalam artikel tersebut, penulis menuturkan keluhannya terkait kegiatan pembangunan jembatan di wilayah itu yang digarap, di antaranya oleh Adhi Karya, Waskita Karya dan Duta Graha.

Dalam penuturannya, Dyandra memfokuskan pada perilaku warga setempat yang tidak mendukung kegiatan itu. Termasuk beberapa sikap buruk mereka terhadap para pekerja di proyek itu. Tidak hanya itu, aparat setempat pun dinilai tidak memberi dukungan yang semestinya.

Akibatnya, penyelesaian salah satu proyek yang didanai dengan dana hibah dari Jepang tersebut molor hingga tujuh bulan.

“Kalau boleh bertanya… sebenarnya apa salah mereka, sehingga harus menerima perlakuan seperti itu…? dari mulai dilempari batu, dicuri barang-barang keperluan proyek, dipalak bahkan sampai diancam untuk dibunuh… sampai-sampai ada staff mereka yang harus bersimbah darah terkena lemparan batu… dan banyak pekerja yang minta pulang… memang mayoritas pekerja itu dibawa dari pulau Jawa, karena mereka tidak bisa mengharapkan kontribusi dari warga setempat, sebab untuk membangun jembatan tentu membutuhkan kemampuan dan pengalaman. Apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang setiap hari hanya mabuk dan mabuk… dan itulah kebiasaan sehari-hari mayoritas warga Nias Selatan disekitar lokasi proyek tersebut,” demikian salah satu bagian dari tulisan itu.

Tidak selesai sampai di situ, Dyandra juga menyampaikan harapan posifitnya ke depan.

“Sebetulnya sangat disayangkan… dengan kondisi alam yang sangat indah, masih banyak potensi daerah yang bisa di kembangkan untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat… tetapi… dengan karakter mereka, saya tidak yakin daerah itu akan bisa mengalami perkembangan dan kemajuan… Pembangunan karakterlah yang paling utama dan paling mendesak untuk diperbaiki, supaya mereka bisa lebih maju, terbuka dan bisa menikmati hidup dengan bahagia,” jelas dia.

Dalam artikelnya, Dyandra juga menyertakan sebuah foto jembatan dengan keterangan Jembata Mezzaya, Nias Selatan.

Nias Online berusaha mengkonfirmasi si penulis dengan mengirimkan pesan melalui alamat pesannya di Kompasiana.com. Namun, sampai saat tulisan ini dimuat, belum mendapatkan balasan. (EN)

Facebook Comments