Dyandra K: Surat Terbuka Itu Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Thursday, December 6, 2012
By susuwongi

Jembatan Mejaya (Foto: Dyandra Kusumawardani, Kompasiana.com)

NIASONLINE, Jakarta – Dyandra Kusumawardani, membenarkan bahwa dirinya adalah penulis artikel berjudul ‘Surat Terbuka untuk Pemerintah Daerah dan Warga Nias Selatan – Sumatera Utara…’ di Kompasiana.com.

Dyandra mengatakan, tulisan itu berdasarkan pengalaman dan pengamatannya langsung di Pulau Nias, khususnya di Nias Selatan.

“Itu semua saya tulis berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi. Saya sudah beberapa kali ke Nias. Pertama kali pada bulan Juni 2010 dan terakhir di bulan November 2012,” ujar dia menjawab konfirmasi Nias Online melalui alamat pesan di Kompasiana.com, Kamis (6/12/2012).

Meski begitu dia mengatakan bahwa tulisan itu bertujuan positif. Yakni, harapan adanya perubahan pada sikap warga Nias Selatan. Juga dari sisi Pemerintah Daerah agar lebih intens dalam pembenahan warganya.

Menurut dia, perubahan itu diperlukan mengingat akibat berbagai kejadian yang dialami para pekerja itu, membuat banyak kontraktor tidak mau bekerja lagi Nias.

“Karena mereka menganggap kalau semua warga Nias itu jahat-jahat terhadap pendatang. Mereka tidak perduli kalau Nias itu ada beberapa wilayah dan masyarakatnya juga beragam,” tandas dia.

Dia mengatakan, pembangunan jembatan di sana adalah untuk tujuan yang baik. Yakni, untuk meningkatkan dan mempermudah transportasi di wilayah itu.

Sebelumnya, dalam artikelnya, Dyandra menjelaskan berbagai perlakuan buruk yang dialami para kontraktor yang mengerjakan jembatan di Nias Selatan, khusunya di Mejaya dan Sa’ua.

Dia menjelaskan, para pekerja juga sering mengalami ancaman pembunuhan, pencurian hingga pelemparan dengan batu yang menyebabkan adanya pekerja yang semua berasal dari Jawa tersebut bersimbah darah.

Akibat sikap beberapa warga di sekitar proyek itu sejumlah pekerja sampai harus pulang sehingga proyek terlambat diselesaikan. Dyandra menyesalkan sikap warga setempat tersebut, termasuk aparat pemda Nias Selatan.

Dalam artikelnya juga mengatakan, begitu tidak amannya para kontraktor dalam bekerja, sampai-sampai pejabat pemda dan Polres Nias Selatan turun tangan dengan ancaman ‘tembak ditempat’ bagi para pengganggu.

“Sebetulnya sangat disayangkan… dengan kondisi alam yang sangat indah, masih banyak potensi daerah yang bisa di kembangkan untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat… tetapi… dengan karakter mereka, saya tidak yakin daerah itu akan bisa mengalami perkembangan dan kemajuan… Pembangunan karakterlah yang paling utama dan paling mendesak untuk diperbaiki, supaya mereka bisa lebih maju, terbuka dan bisa menikmati hidup dengan bahagia,” tandas Dyandra dalam artikelnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai kejadian seperti ditulis dalam artikel itu, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi membantah keras. Dia dengan tegas mengatakan tidak pernah mendengar aksi-aksi masyarakat di sekitar proyek itu yang melakukan tindakan seperti disebutkan diartikel itu.

“Saya tidak pernah dengar dan buktinya jembatan sudah bisa dipakai dengan baik,” kata dia. (EN)

11 Responses to “Dyandra K: Surat Terbuka Itu Berdasarkan Pengalaman Pribadi”

Pages: « 1 [2] Show All

  1. 11
    Nata Duha Says:

    Dyandra,
    Terima kasih atas berita itu. Jika itu benar-benar terjadi, kami sungguh malu dan merasa prihatin. Tak perlu malu mengakui kesalahan kalau kita mau berubah dan menjadi lebih baik. Membela perbuatan semacam itu, berarti membiarkan masyarakat larut dalam kebudayaan destruktif.
    Semoga masih banyak warga Nias yang memiliki rasa malu melakukan hal-hal tercela dan perbuatan premanisme.

Pages: « 1 [2] Show All

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

December 2012
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31