Wisata Surfing Mentawai Pulih & Makin Diminati Investor, Nias Selatan Apa Kabar?

Wednesday, August 29, 2012
By susuwongi

Salah satu aksi peselancar di Pantai Sorake, Nias Selatan (Foto: Mark Flint)

NIASONLINE, Jakarta – Hanya berselang sekitar dua tahun usai didera gempa dan tsunami, wisata selancar (surfing) di Kepulauan Mentawai sudah pulih kembali. Ditandai dengan mulai melonjaknya kembali wisatawan peselancar ke daerah itu.

“Kegiatan surfing di lokasi-lokasi andalan Mentawai telah kembali dan justru terus meningkat pascatsunami,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Mentawai, Desti Seminora di Padang, Selasa (28/8/2012) seperti dikutip dari Antara.

Usai bencana yang menewaskan 447 orang pada 25 Oktober 2010 itu, kunjungan wisatawan mancanegara memang merosot. Itu juga berimbas pada kedatangan peselancar dan aktivitas selancar.

Tidak hanya itu, gempa dan tsunami itu juga menghancurkan banyak sarana dan prasarana surfing rusak berat. Di antaranya, satu spot (lokasi) berselancar kelas dunia di pantai dan resort Macaroni di Pantai Sikabu, Mentawai.

Jumlah peselancar dunia ke Mentawai kini, kata dia, mencapai 4.000 orang per tahun. Hampir sama dengan jumlah kunjungan wisatawan asing sebelum gempa.

Tak hanya melonjaknya kedatangan wisatawan peselancar, di luar dugaan, ternyata juga terjadi lonjakan investor yang menanamkan modalnya di wilayah itu.

“Sebelum tsunami, tercatat lima investor asing yang menanamkan modalnya di bidang resort surfing di Mentawai. Namun, paska tsunami, jumlahnya meningkat drastis hingga 15 investor,” jelas dia.

Dia menambahkan, kepulauan Mentawai memiliki 40 lokasi pantai surfing kategori terbaik di dunia dan diakui para peselancar mancanegara yang telah menjajal keganasan ombak di kepulauan ini.

Apa Kabar Wisata Surfing Nias Selatan?

Pulihnya pariwisata surfing Mentawai patut diacungi jempol. Sekaligus menjadi pembelajaran bagi daerah lain yang kaya potensi untuk tahu membenahi diri.

Salah satunya, Kabupaten Nias Selatan. Wilayah itu memiliki salah satu pantai dengan ombak yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia selama ini.

Namun sayang, apa yang terjadi di Mentawai, tidak terjadi di sana. Kini pantai dan laut di wilayah Lagundri dan Sorake tersebut lebih sering sepi dibanding ramainya.

Paska gempa 2005, tidak ada perbaikan yang signifikan di sana. Baik dari segi kunjungan wisatawan, maupun infrastrukturnya.

Banyak yang berharap wisata selancar yang selama ini menjadi ikon Pulau Nias tersebut akan menjadi pundi-pundi uang kabupaten Nias Selatan. Tapi tampaknya tidak demikian.

Tampaknya, Pemda pun tidak menjadikannya sebagai potensi strategis yang bisa menjadi sumber pemasukan, baik bagi daerah maupun masyarakat setempat.

Bahkan, jangankan untuk merancang kompetisi yang akan menarik peselancar dan turis untuk memadati objek wisata itu. Agenda kompetisi selancar yang pernah dijadwalkan pun pada tahun lalu dibatalkan oleh pemerintah setempat.

Sejatinya, Pulau Nias, tidak hanya Nias Selatan, memiliki banyak potensi wisata laut yang luar biasa. Tapi, tampaknya semua mati suri, kalau tidak bisa dikatakan hampir benar-benar mati.

Yang jelas, Mentawai kini sudah menjelma menjadi ‘raksasa’ wisata laut, khususnya selancar. Tidak hanya menggeser posisi Nias Selatan. Bahkan, (mungkin telah) menendangnya keluar dari daftar daerah tujuan favorit peselancar dunia.
Semoga belum benar-benar demikian. (EN)

Tags: ,

7 Responses to “Wisata Surfing Mentawai Pulih & Makin Diminati Investor, Nias Selatan Apa Kabar?”

  1. 1
    Turunan Gulo Says:

    Tulisan ini amat-sangat penting dibaca dan ditindaklanjuti oleh Pemkab Nias Selatan. Tks Bung Etis Nehe.

  2. 2
    Putra Dinasti Dachi Says:

    Waoow,.. sayang sedih sekali setelah membaca berita ini, saya sebagai putra daerah NISEL, sangat menyesalkan PEMDA NISEL, dgn tidak adanya perhatian khusus untuk memajukan pariwisata dan kebudayaan yang menjadi icon dan citra diri daerah itu sendiri, semoga ini menjadi perhatian yang lebih serius untuk di perhatikan.

    Ya’ahowu. Jbu”

  3. 3
    Prof. Dr. Pulau NIAS, P.hd Says:

    Ya’ahowu……………!!!
    Untuk menjadi perhatian kita bersama, saya sebagai putra daerah NIAS, sangat setuju dengan penetapan kota Teluk Dalam sebagai ibu kota Provinsi Pulau Nias, mengapaa….? Alsannya hanya satu?
    . Dari segi budaya, dimana-mana, baik di daerah NIAS itu sendiri maupun diperantauan, bahkan di seluh pelosok tanah air, Teluk Dalam sudah lebih di kenal sebagai icon situs budaya dan sejarah awal Pulau NIAS ( GO MOCH red). dengan adanya lompat batu dan rumah adatnya yang spektakuler.

    bOLEH dIKAJI dan ditelusuri, sampaikan pendapat ANda dengan baik dan realita.

    TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI, YA’AHOWU.!!!

  4. 4
    A. Hasan Says:

    Bapak Idealiman Dachi Bupati Nias Selatan sedang membangun lapangan udara untuk mencapai lebih cepat daerah wisata Lagundi dan kita berharap daerah wisata Lagundi dan daerah lainnya segera dibenahi dan dipromosikan serta diadakan ivent lokal dan internasional seperti dulu. Daerah wisata pantai lainnya (Surfing)di Pantai Walo, Afulu di Kec Afulu Kab Nias Utara serta Pulau Asuh dan Pulau Bawa (Gugusan Kep Hinako) Kec Sirombu Kab Nias Barat juga amat menawan untuk tujuan wisata surfing. Kita berharap 5 KDH membenahi bandara Binaka lebih luas dapat didarati pesawat lebih besar dan komunikasi atau hubungan dagang dengan internasional (asean) segera dilakukan tentunya dengan bantuan Pemda Provinsi dan Pusat serta menarik dan bekerja sama dengan investor dalam negeri dan internasional. Saya yakin bisa dan…. semoga berbuat untuk…. menjadikan sebuah Provinsi yang baru Kepulauan Nias yang kita cintai dan banggakan. Yaahowu,,,, Trims.

  5. 5
    niel Says:

    saya setuju dengan komentar di atas..
    http://www.zondow.blogspot.com/

  6. 6
    NIHA RAYA Says:

    WaAADUUUH…,..

    sayang, sedih sekali setelah membaca berita ini, saya sebagai putra daerah NISEL, sangat menyesalkan PEMDA NISEL, dgn tidak adanya perhatian khusus untuk memajukan pariwisata dan kebudayaan yang menjadi icon dan citra diri daerah itu sendiri, semoga ini menjadi perhatian yang lebih serius untuk di perhatikan.

    Ya’ahowu. Jbu”

  7. 7
    Persatuan Mahasiswa NISEL Jakarta Says:

    ”ORA ET LABORA”

    `~YA’AHOWU….!!!`~

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

August 2012
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031