Dua Dokter UGM di RSUD Gunungsitoli Dinyatakan Langgar Disiplin Profesi

Monday, August 13, 2012
By susuwongi

Ketua DKR Nias Onlyhu Ndraha (Foto: ON)

NIASONLINE, Jakarta – Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) menyatakan, dua dokter spesialis yang ditugaskan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli pada 2009 melanggar displin profesi kedokteran. Kedua dokter itu adalah dr. Yuliaji Narendra Putra, Sp. B dan dr. Donie Firdhianto.

Dalam rilis yang diterima Nias Online dari Dewan Kesehatan Rakya (DKR) Nias, berdasarkan salinan putusan MKDKI yang didapatkan, kedua dokter tersebut dinyatakan melakukan pelanggaran saat menangani pasien Aferianus Hulu, penduduk Desa Fabaliwa Oyo, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias yang kini menjadi wilayah Kabupaten Nias Utara.

Keputusan MKDKI itu tertuang dalam surat bernomor 73/U/MKDKI/I/2012 perihal penyampaian keputusan MKDKI di Jakarta tanggal 12 Januari 2012.

Dalam keputusan tersebut, Ketua MKDKI Prof. Dr. Med. Ali Baziad, dr. SpOG(K) menyatakan teradu I Yuliaji Narendra Putra, dr, Sp. B, Nomor STR: 34.1.1.101.2.09.082531 dan teradu II Donie Firdhianto, dr, Nomor STR: 33.1.1.100.1.07.085322.

Sayang sekali, sanksi kepada kedua dokter itu tergolong ringan. Teradu I, hanya disanksi berupa “kewajiban mengikuti pelatihan” dalam hal penatalaksanaan acute abdomen, appendectomy dan operasi tumor caecum, dibagian Bedah Digestif Institusi Pendidikan Kedokteran yang terakreditasi.

Sedangkan teradu II, disanksi berupa “peringatan tertulis” agar tidak mengulangi pelanggaran yang sama dalam melakukan tindakan medis.

Pelanggaran keduanya, juga dinyatakan tidak dapat diartikan sebagai Culpa (lalai) maupun opzet (sengaja). Juga bukan merupakan pelanggaran dalam arti opzet bijmogelijkheid (keinsyafan akan kemungkinan) dan melawan hukum baik dalam hukum pidana (wederechtelijk) maupun hukum perdata (onrechtmatigedaad) dalam pengertian Malpraktik kedokteran secara hukum.

Pelanggaran itu terbatas pada Norma Disiplin Administratif sehingga tidak serta merta dapat diartikan sebagai pelanggaran maupun perbuatan melawan hukum yang memerlukan persyaratan luas secara hukum berupa Profesional Competency of Experts, dan Geographic Competency of Experts.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Nias Onlyhu Ndraha menjelaskan, Aferianus Hulu (32) meninggal dunia di RSUD Gunungsitoli akibat bekas luka operasi yang tidak kunjung sembuh.

Pada Minggu pertama Januari 2009 dia masuk masuk RSUD Gunugsitoli akibat menderita penyakit, yang oleh dr. Yuliaji Narendra Putra, dr, Sp. B, setelah mendiagnosa menyatakan pasien tengah menderita penyakit usus buntu dan harus segera dioperasi.

Namun, usai dioperasi, bukannya membaik. Setelah itu, giliran dr. Donie Firdhianto yang memeriksa dan menyatakan pasien menderita penyakit tumor ganas dan harus segera dioperasi.

“Paska operasi, bukannya membaik. Malah bekas luka operasi di bagian perut terlihat membusuk. Dan pada minggu pertama Februari 2009, Aferianus menghembuskan nafas terakhir,” jelas Onlyhu.

Dia juga menjelaskan, kedua dokter itu ditugaskan oleh UGM di RSUD Gunungsitoli dalam kerangka kerjasama yang didanai oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstrksi (BRR) akibat ketiadaan dokter spesialis di rumah sakit itu.

Keluarnya salinan surat putusan dari MKDKI tersebut diperoleh atas bantuan Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU) pada 5 Maret 2012. Sebelumnya, Bakumsu mengadukan kasus itu ke MKDKI dengan kuasa hukumnya Manambus Pasaribu, SH. DKR sendiri mengaku sebelumnya juga telah membantu advokasi kepada korban.

Pihaknya juga berharap, dengan adanya putusan MDKI itu, laporan keluarga korban di Polres Nias dapat segera ditindaklanjuti. (EN)

3 Responses to “Dua Dokter UGM di RSUD Gunungsitoli Dinyatakan Langgar Disiplin Profesi”

  1. 1
    suarman waruwu Says:

    Ini adalah pelanggaran yang sangat serius, yang mengakibatkan nyawa orang / pasien hilang.
    pelanggaran kedua dokter ini meninggalkan duka yang sangat mendalam di keluarga korban. kenapa tidak ? karena pasien ini merupakan korban dari kecerobohan kedua dokter yang mengakibatkan pasien meninggal duni di RSUD Gunung Sitoli Nias.

    Saya pikir kejadian/perkara ini segera dibawa ke ranah hukum dan meminta kedua dokter untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka.

    Ya’ahowu..

  2. 2
    Dharma Says:

    Saya sangat setuju degan Comment Bang Suarman diatas, sehingga dokter-dokter lain tidak sembarangan memperlakukan pasien apalagi ini sudah nyawa taruhannya.
    Semoga kedepan tidak adalagi Dokter yang model begini dan tak ada kasus yang menyebabkan hilangnya nyawa pasien sehingga masyarakat Nias benar-benar merasakan pelayanan yang baik. Saohaölö.

  3. 3
    Anonymous Says:

    Ada-ada aja….

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

August 2012
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031