Direktur Pelestarian Cagar Budaya & Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Surya Helmi saat pertemuan di kantornya, Senin (16/7/2012). (Foto: EN)

NIASONLINE, Jakarta – Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan keprihatinan masih terus berlangsungnya tindakan pemiskinan budaya yang terjadi di Pulau Nias. Pemiskinan budaya itu dalam bentuk tindakan mencuri dan menjual berbagai peninggalan kebudayaan bersejarah di daerah itu.

“Saat ini terjadi pemiskinan budaya di Nias. Petugas kami tetap memantau ke sana karena kami memiliki UPT di Aceh. Banyak asesoris budaya bersejarah yang diambil dan dijual. Ini yang saya sebut dengan pemiskinan budaya,” ujar Direktur Pelestarian Cagar Budaya & Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Surya Helmi dalam pertemuan dengan Tim Riset Jepang-UGM bersama wakil masyarakat Desa Bawömataluo di Kantornya di Jakarta, Senin (16/7/2012).

Helmi mewakili Wamendikbud Wiendu Nuryanti dalam pertemuan yang telah dijadwalkan sebelumnya tersebut karena harus mengikuti rapat dengan menteri lainnya. Pertemuan itu sendiri dalam rangka mengupayakan dukungan dari pemerintah melalui Kemdikbud dalam upaya tim riset Jepang-UGM untuk memperjuangkan Desa Bawömataluo menjadi warisan dunia di Unesco.

Dia mengakui, perilaku tidak bertanggungjawab itu terus terjadi di berbagai desa budaya di Indonesia. Dia tidak memungkiri, pemicu tindakan-tindakan melanggar hukum itu karena kondisi masyarakat yang masih ‘lapar’ sehingga melakukan apa saja untuk menghasilkan uang.

Masalah otonomi daerah juga jadi masalah. Pertukaran pemimpin biasanya diikuti dengan perbedaan program. Sehingga upaya-upaya terhadap pelestarian warisan budaya sering tidak efektif.

Helmi mengakui benar-benar kerepotan mengatasi berbagai tindakan penghilangan benda-benda budaya tersebut. Bahkan, meski sudah bekerjasama dengan aparat kepolisian, perbuatan itu terus saja terjadi.

“Karena itu, kita sangat bersyukur dengan upaya Universitas Tsukuba dan universitas lainnya dari Jepang yang bekerjsama dengan UGM untuk melestarikan desa budaya Bawömataluo. Kita juga akan upayakan agar bisa ditautkan dengan program-program kementerian yang sudah ada,” jelas dia. (EN)

Facebook Comments