Satu Warga Bawömataluo dan Aparat Pemda Nisel Akan Dididik di Jepang

Tuesday, July 3, 2012
By susuwongi

Atraksi Lompat Batu di Desa Bawomataluo (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, JAKARTA – Sebagai tindaklanjut dari program riset yang sedang dilakukan tim Jepang dan UGM di Desa Bawömataluo yang kini sedang berlangung, seorang warga desa itu dan seorang aparat Pemda Nias Selatan (Nisel) akan dibawa ke Jepang.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Peneliti Desa Bawömataluo, Nias Selatan pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM yang juga Ketua Tim Bersama Jepang-UGM Dr. T. Yoyok Wahyu Subroto kepada Nias Online melalui telpon selular, Senin (02/7/2012).

Di Jepang, kata dia, kedua orang itu akan dididik/dilatih mengenai pengetahuan terkait perlindungan cagar budaya. Mereka akan melihat langsung contoh nyata perlindungan cagar budaya yang sudah diterapkan Jepang.

“Mereka ke sana atas undangan Unesco. Saya akan dampingi mereka ke sana,” ujar Yoyok.

Tujuan akhirnya, kata dia, untuk membentuk paradigma yang tepat terkait perlindungan cagar budaya. Dengan itu, sekembali dari Jepang, pemahaman itu bisa dibagikan kepada warga Desa Bawömataluo maupun desa-desa lainnya.

Khusus untuk aparat Pemda Nisel yang akan dibawa ke Jepang, akan dilatih terkait penyusunan peraturan serta program yang sejalan dengan paradigma perlindungan cagar budaya. Sebab, perlindungan cagar budaya butuh persiapan dan dampaknya jangka panjang.

Khusus untuk aparat Pemda Nisel ini, kata dia, pihaknya minta kepada Bupati Nias Selatan agar mengirimkan seseorang yang berkompeten dan untuk seterusnya akan tetap bertugas pada bidang terkait perlindungan cagar budaya.

“Kita mau ada pegawai pemda yang dipermanenkan untuk bagian ini. Supaya tidak percuma nanti kita didik di Jepang, tapi setelah kembali kemudian dipindah sana-sini. Akhirnya, ilmunya tidak termanfaatkan dengan maksimal,” jelas dia.

Sejak hari Minggu (1/7/2012) hingga dua minggu mendatang, tim Jepang dan UGM itu akan berada di Desa Bawömataluo untuk melakukan riset lanjutan terkait persiapan pengajuan desa itu sebagai Warisan Dunia di Unesco.

Desa Bawömataluo sendiri telah didaftarkan dan telah masuk tentative list pada 2009. Namun, sejak itu tidak ada tindaklanjut baik dari pemerintah pusat maupun daerah hingga tim Jepang dan UGM ini datang melakukan riset lagi. (EN)

3 Responses to “Satu Warga Bawömataluo dan Aparat Pemda Nisel Akan Dididik di Jepang”

  1. 1
    Alvius Wau Says:

    Suatu kemajuan dan harus ditekuni demi perlindungan cagar budaya Nias khususnya Bawomataluo sebagai daerah wisata menuju warisan dunia.

  2. 2
    Fatiaro Gulo Says:

    Setuju sekali program tersebut..mudah-mudahan bermanfaat

  3. 3
    fekderi gee Says:

    Dukungan jepang sangat nyata…arigatou.
    Saya ingin mendukung juga mungkin yang dua orang yang mau kejepang itu butuh kamus saku indonesia-jepang:jepang-indonesia karna saat ini saya bekerja di penerbit buku pelajaran bahasa jepang.
    Saya bisa kirim langsung dgn cuma-cuma.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Kalender Berita

July 2012
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031