Menuju Warisan Dunia, Tim Jepang-UGM Gelar Riset di Desa Bawömataluo

Monday, July 2, 2012
By susuwongi

Rumah Adat di Desa Bawomataluo (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, Jakarta – Tim Riset gabungan antar ahli dari berbagai universitas di Jepang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah tiba di Desa Bawomataluo kemarin, Minggu (1/7/2012).

Selanjutnya, setelah melakukan pertemuan dengan Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi dan juga perangkat Desa Bawomataluo, hari ini tim tersebut mulai melakukan risetnya.

Tim yang terdiri dari 16 orang tersebut akan berada di sana selama dua minggu untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan lebih mendalam mengenai apa saja terkait desa itu untuk dijadikan bahan untuk melengkapi pengajuan ke Unesco menjadi warisan dunia.

“Hari ini kami sudah mulai melakukan pemeriksaan beberapa bangunan dan juga wawancara dengan warga. Hasilnya sejauh ini cukup memuaskan,” ujar Ketua Tim Peneliti Desa Bawömataluo, Nias Selatan pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM yang juga Ketua Tim Bersama Jepang-UGM Dr. T. Yoyok Wahyu Subroto kepada Nias Online melalui telpon selular, Senin (02/7/2012).

Yoyok menjelaskan, dalam riset kali ini, pihaknya juga mendata perubahan apa saja yang sudah terjadi di arsitektur desa dan bangunan-bangunan di dalamnya. Sebab, kata dia, Unesco memberlakukan syarat yang sangat ketat soal keaslian bangunan dan hal terkait lainnya untuk layak dijadikan warisan dunia.

“Pantauan kami, sudah banyak yang berubah. Tapi syarat Unesco itu sangat ketat. Berubah fungsi sih bisa, tapi kalau berubah bentuk itu sudah tidak memenuhi syarat. Nah, dengan riset ini, nanti membutuhkan kerjasama dari masyarakat desa untuk bersama-sama dicarikan jalan keluarnya agar desa itu memenuhi syarat kelayakan sebagi warisan dunia,” jelas dia.

Yoyok mengakui, mereka sangat terbantu dengan sikap kooperatif warga dan perangkat desa dalam pelaksanaan riset ini.

Riset perdana tim itu sudah dilakukan pada Agustus 2011 lalu. Setelah riset dua minggu ini, tim akan kembali ke desa itu pada Oktober dan Desember untuk finalisasi.
Selanjutnya, pada bulan ini, tim juga akan menemui Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang membidangi kebudayaan untuk mendapatkan dukungan pengajuan desa itu ke Unesco.

Desa Bawömataluo sendiri telah didaftarkan ke Unesco pada 2009 dan telah masuk dalam tentative list. Namun, entah kenapa, tidak pernah ada follow-up, baik dari pemerintah pusat, maupun daerah sampai akhirnya tim Jepang-UGM ini tiba untuk melakukan riset mendalam. (EN)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

July 2012
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031