Salah satu sisi Nativity Church yang diklaim sebagai tempat Yesus Kristus dilahirkan (Foto: http://miracletour.net)

NIASONLINE, JAKARTA – Unesco, sebuah lembaga di bawah PBB, menetapkan Gereja kelahiran Yesus di Betlehem sebagai warisan dunia.

Penetapan gereja yang biasa dikenal dengan nama Nativity Church itu dilakukan melalui pemungutan suara secara rahasia dalam sidang umum ke-36 World Heritage Committee (WHC) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (Unesco) pada Jumat (29/6/2012) di Saint Petersburg, Rusia.

Persidangan itu dipimpin oleh Chairperson sidang World Heritage Committee sekaligus Permanent Delegate Rusia Federation Unesco, Eleonora Valentinovna Mitrofanova.

Gereja Nativity itu menjadi salah satu dari 30 nominasi situs budaya, alam, dan campuran situs alam dan budaya yang akan dinilai dalam sidang tersebut.

Palestina sendiri mengajukan situs yang menjadi daya tarik wisatawan dunia karena situs itu memerlukan perbaikan yang sangat mendesak. Beberapa kerusakan cukup berat terjadi pada bangunan itu akibat gempa dan juga karena faktor usia.

Penetapan situs pertama milik Palestina sebagai warisan dunia itu tak lama berselang usai Unesco menerima Palestina sebagai anggotanya pada Oktober 2012. Dengan menjadi anggota, maka eksistensi Palestina sebagai sebuah bangsa sama dengan anggota lainnya.

Rakyat Palestina Bersukacita

Bagi penduduk Palestina, penetapan Gereja Kelahiran Yesus sebagai warisan dunia itu merupakan momen luar biasa. Sebab, status warisan dunia itu diikuti dengan keterangan sebagai milik Bangsa Palestina.

Konsekuensinya, pengakuan tempat bersejarah bagi umat Kristiani itu juga menjadi pengakuan dunia atas keberadaan Palestina yang saat ini masih berjuang untuk diakui.

Tak ayal, gegap gempita sukacita warga Palestina membahana dimana-mana. Kantor kepresidenan Palestina pun memberi respons.

“Ini hari bersejarah untuk keadilan. Pengakuan global dari hak-hak rakyat Palestina
adalah kemenangan untuk perjuangan kami dan keadilan. Keputusan ini menunjukan bahwa secara alamiah dunia memihak kami dan mengakui rakyat serta negara Palestina,” kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Mahmud Abbas seperti dikutip dari AFP, Sabtu (30/6/2012).

Sementara juru runding Palestina, Saeb Erakat menilai penetapan itus ebagai “hari bersejarah”. Keputusan Unesco itu sebagai langkah baru di jalan panjang menuju pengakuan dunia akan negara palestina sesuai batas-batas tahun 1967 dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya.

Sebaliknya, seperti biasa, Amerika Serikat dan Israel mengecam keras keputusan itu. Menurut PM Israel keputusan itu membuktikan Unesco dipengaruhi motif politik dan bukan kebudayaan.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor menilai pengukuhan itu sebagai panggung keabsurdan.

Sementara Amerika Serikat, melalui perwakilannya di Unesco mengatakan, “sangat kecewa atas keputusan itu.”

Subak, Bali

Salah satu sisi Subak, Bali (Foto: republika.co.id)

Tak hanya Nativity Church yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Lansekap persawahan di Bali, atau yang dikenal dengan nama Subak, juga ditetapkan sebagai warisan dunia.

Delegasi Indonesia pada sidang tersebut diketuai oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryantie. Juga hadir rombongan pemerintah daerah Bali dari Badung dan Gianyar dengan menggunakan baju tradisional Bali.

Subak yang terkenal dengan keindahan lansekap persawahannya diusulkan sejak tahun 2000. Subak dinominasikan dengan tajuk Budaya Subak Bali inspired by the Balinese philosophy of Tri Hita Karana.

Lima titik lansekap subak yang diusulkan sebagai Warisan Dunia ialah pura subakDanu Batur, Danau Batur, subak Pakerisan, subak Catur Angga Batukaru, dan Pura Taman Ayun.
Dengan pengakuan itu, selain menjadi kekayaan dunia, maka dunia pun berkewajiban melindunginya. (EN)

Facebook Comments