Ilustrasi kartu kredit (Foto: IST)

NIASONLINE, JAKARTA – Anda pengguna kartu kredit dan sering direpotkan dengan urusan pengenaan denda atas keterlambatan pembayaran tagihan? Informasi penting ini untuk Anda.

Nah, aturan terbaru dari Bank Indonesia yang efektif berlaku pada 7 Juni 2012 menetapkan, batas maksimal denda keterlambatan pembayaran tagihan Rp 150 ribu saja.

Aturan itu adalah Surat Edaran Bank Indonesia No 14/ 17 /DASP perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

Apa saja isi aturan baru terkait denda tersebut? Deputi BI Pengaturan Sistem Pembayaran, Ida Nuryanti memerincinya sebagai berikut:

Pertama, denda keterlambatan maksimal 3% dari total tagihan.

Kedua, secara nominal, besaran denda tidak boleh melebihi Rp 150 ribu. Bahkan, jikalau hasil perhitungan denda 3% dari tagihan melebih Rp 150 ribu, maka tetap saja, angka Rp 150 ribu itu yang dipakai sebagai denda maksimal.

Ketiga, denda keterlambatan dilarang diberlakukan bila jatuh tempo pembayaran tagihan bertepatan dengan hari libur.

Keempat, denda hanya dibebankan pada keterlambatan kartu kredit utama. Bahkan, jika sudah mengalami kredit macet, tidak akan diberlakukan denda dan diblokir permanen oleh penerbit kartu kredit.

Kelima, denda yang dikenakan jug atidak boleh melebihi batas maksimum suku bunga kartu kredit yang ditetapkan Bank Indonesia. (EN)

Sumber: Suarapengusaha.com

Facebook Comments