Nias Online – Para pakar keamanan komputer Amerika mengatakan virus komputer Flame yang menggerogoti komputer fasilitas energi di Timur Tengah selama bertahun-tahun telah diperintahkan untuk membinasakan diri. Hal ini dimaksudkan agar asal-asulnya tidak dapat dilacak lagi.

Dalam sebuah artikel yang muncul minggu lalu di blog antivirus Symantec dikatakan bahwa server komando dan pengendali virus tersebut mengirim perintah terbaru kepada komputer-komputer yang terinfeksi. ‘Perintah ini dimaksudkan untuk membinasakan virus-virus itu dari komputer yang terinfeksi’ kata artikel dalam blog tersebut.

Muncul dugaan virus ini diciptakan oleh agen-agen keamanan Amerika dan Israel untuk mencuri informasi tentang fasilitas tenaga nuklir Iran.

Menurut Kapersky Lab, yang mengidentifikasi virus Flame bulan lalu, Flame “kira-kira 20 kali lebih besar dari Stuxnet,” virus yang ditemukan pada bulan Juni 2010 dan ditujukan untuk melumpuhkan program nuklir Iran.

Selain Iran, negara-negara lain yang komputernya terjangkit virus Flame termasuk Lebanon, Tepi Barat di Palestina dan Hongaria. Infeksi juga dilaporkan telah terjadi di Austria, Hong Kong, Rusia dan United Arab Emirates.

Komputer-komputer yang terjangkiti termasuk komputer di rumah-rumah. Para pakar keamanan komputer sedang mengecek apakah infeksi yang dilaporkan di beberapa komputer lokal merupakan akibat dari pemakaian komputer-komputer laptop itu ketika sedang dalam perjalanan di tempat lain.

Umumnya komputer yang terinfeksi dengan virus ‘malware‘ diprogram untuk berkeliaran di internet untuk mendapat perintah-perintah terbaru dari server yang dikendalikan para hacker.

Dalam kasus Flame para pengendali memerintahkannya untuk membinasakan diri sehingga tidak meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi para pelacak asal-usulnya. Perintah bunuh diri ini dikirim setelah keberadaan Flame diekspos dan pelacakan terhadapnya dimulai.

Komputer-komputer yang terinfeksi yang mendapat perintah tersebut menghapus sejumlah berkas dan memenuhi disket dengan karakter acak untuk menghalangi usaha pemulihan kode-kode asli. Demikian pendapat para pakar keamanan komputer.

Flame diprogram untuk mencuri data dari jaringan-jaringan komputer dan mengirimnya ke para pengendalinya. Flame bisa merekam aktivitas pemasukan data lewat pengetikan (keystroke), merekam gambar yang muncul di layar komputer dan mendengar percakapan lewat mikrofon komputer.

Flame juga bisa memanfaatkan kemampuan Bluetooh komputer untuk mengakses telefon cerdas dan tablet. Akses ini bisa dimanfaatkan untuk mencuri daftar kontak atau informasi lain. (brk/*)

Facebook Comments