Hermandari saat bertransaksi membeli souvenir pada acara Pagelaran Budaya Bawömataluo 2011 (Foto: Etis Nehe)

NIASONLINE, JAKARTA – Pembatalan agenda tahunan untuk tahun kedua Pagelaran Budaya Bawömataluo 2012 disesalkan beberapa pihak. Terutama orang luar yang pada pelaksanaan pagelaran perdana tahun lalu mengkhususkan waktu untuk mengikuti acara itu.

“Gimana tuh bupati dan pejabatnya? Sayang banget (acara itu, red) gak dioptimalkan,” ujar Heru Hendratmoko, wartawan senior yang juga direktur produksi KBR 68H di Jakarta kepada Nias Online, Kamis (24/5/2012) malam.

Heru sendiri datang langsung meliput pagelaran perdana tahun lalu bersama rombongan wartawan lainnya dari media cetak, online maupun televisi.

Sementara itu, seorang Hermandari, seorang warga Jakarta yang sengaja mengunjungi acara itu bersama rekan-rekannya tidak bisa menutupi kekecewaannya mendengar informasi pembatalan acara itu.

Saat di sana, ternyata Hermandari sempat mendengar beberapa informasi mengenai sepak terjang bupati baru Nias Selatan Idealisman Dachi. Dari itu, Hermandari berharap acara tahun ini bakal tambah semarak. Tapi, ternyata malah sebaliknya, dibatalkan.

“Sedih membaca berita ini, begitu gembira ketika tahun lalu saya dengan beberapa teman berwisata ke Nias dapat menyaksikan dan turut merayakan pesta budaya Bawömataluo. Begitu besar harapan akan tambah semarak dan lebih baik penyelenggaraan pesta budaya tersebut tahun ini. Bukannya tanpa alasan karena ketika itu kami optimis mendengar bahwa bapak Bupati yang baru terpilih orangnya kapabel dan mempunyai integritas,” jelas dia kepada Nias Online yang juga dituliskannya dalam komentar langsung di bagian akhir berita pembatalan kegiatan itu.

Hermandari pun berharap pola serupa yang banyak terjadi di berbagai wilayah ini dapat segera ditangani oleh pemerintah daerah.

“Saya makin sedih membaca berita berita seperti ini dari hampir seluruh pelosok tanah air kita. Kalau tidak ada kemauan politik dari pengambil kibijakan akan hancurlah negeri tercinta ini dalam waktu tidak terlalu lama,” tandas dia. (EN)

Facebook Comments