NIASONLINE, JAKARTA – Setelah sempat dilanda kepanikan dan mengungsi ke sejumlah daerah yang lebih tinggi, masyarakat Nias Selatan, khususnya kota Teluk Dalam kembali normal.
Tadi malam, sekitar pukul 19.00 wib, semua warga yang mengungsi telah kembali ke rumah setelah diberi pengertian oleh aparat pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

“Kemarin warga panik dan banyak yang mengungsi karena informasi akan terjadi tsunami. Tapi, kemarin sore usai gempa kami memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mengimbau mereka kembali ke rumah semua. Sekitar pukul 19.00 Wib, semua kembali ke rumah,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan Arototona Mendrofa kepada Nias Online, Kamis (12/4/2012).

Selain itu, kata dia, juga tidak ada kerusakan pada infrastruktur di wilayah itu sehingga tidak mengganggu transportasi dan aktifitas masyarakat.

Pelayaran Lancar

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan Aladin Fau mengatakan, aktifitas transportasi tidak ada yang terganggu sama sekali. Sebab, tidak ada jalan yang longsor ataupun jembatan yang rusak.

Sedangkan untuk transportasi laut, kegiatan pelayaran tetap berlangsung. Bahkan, pagi ini, kapal ferry penyeberangan Raja Enggano dari Sibolga telah berlabuh pagi tadi di Pelabuhan Teluk Dalam.

“Tidak ada gangguan aktifitas pelayaran. Kapal Ferry bahkan baru berlabuh tadi pagi. Semua normal. Juga tidak ada lonjakan tak biasa pada jumlah penumpang,” ujar Aladin.
Kota Teluk Dalam sendiri berada di bibir pantai dan pernah terenam air laut ketika terjadi tsunami yang disebabkan gempa Aceh pada 2004. Kemudian, beberapa bagian kota itu juga sempat rusak berat akibat gempa Nias pada Maret 2005.

Akibat gempa yang berkekuatan 8,5 SR dan kemudian gempa susulan berkekuatan 8,1 SR dirasakan kuat di wilayah itu. Bahkan, kota Teluk Dalam sempat mengalami macet karena warga yang panik dan berlarian untuk menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Toko-toko juga langsung tutup. (EN)

Facebook Comments