Logo BMKG

NIASONLINE, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan terjadinya tsunami di wilayah Sumatera tepat pukul 19.45 Wib. Pengakhiran itu tepat dua jam setelah gempa susulan bermagnitude 8,1 SR.

“Jam 19.45 Wib kita akhiri. Persis dua jam,” ujar Ketua BMKG Sri Woro B. Harijono, Rabu (11/4/2011).

Sebenarnya, kata Sri Woro, masa peringatan tsunami pada gempa utama yang terjadi pada pukul 15.38 Wib belum berakhir. Namun, gempa susulan yang hampir sama kuatnya, yakni 8,1 SR kembali terjadi menjelang peringatan tsunami gempa utama berakhir. Untuk gempa susulan itu, BMKG juga memaklumatkan peringatan tsunami yang akhirnya diakhiri pada pukul 19.45 wib.

Akibat gempa tersebut, sejumlah wilayah terkena dampaknya. Selain wilayah NAD, daerah lain yang terkena dampak gempa adalah daratan Sumatera Utara, Pulau Nias, Kepaulauan Mentawai, daratan Sumatera Barat hingga Bengkulu dan Lampung.

Tsunami Capai Nias Utara

Terkait tsunami, Sri Woro menjelaskan, beberapa wilayah terbukti terkena tsunami. Namun, skalanya kecil, yakni rata-rata di bawah 1 meter. Rinciannya, Sabang dengan ketinggian 20 cm, di wilayah Meulaboh 80 cm, dan wilayah Nias Utara dengan ketinggian 60 cm.

Sementara itu, di wilayah Nias Selatan, sampai saat ini, meski BMKG mengakhiri peringatan tsunami, masyarakat kota Teluk Dalam masih dilanda panik dan ketakutan terjadinya tsunami.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tokoh masyarakat setempat, Pendeta Foluaha Bidaya, warga ramai-ramai mengungsi ke daerah lebih tinggi. Ada empat lokasi pengungsian warga yaitu, gereja BKPN, Gereja Katholik, Nari-Nari dan Hili Sondrekha yang posisinya lebih tinggi/di perbukitan. (EN)

Facebook Comments