Noniawati Telaumbanua, ST. M.Sc saat menyampaikan paparannya (Foto: NTBanua)

JAKARTA, NIASONLINE – Kabupaten Nias memiliki sejumlah potensi sumber daya energi terbarukan yang bisa digunakan untuk mengatasi kebutuhan listrik di wilayah itu. Terutama di beberapa bagian yang sampai saat ini belum tersentuh layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Beberapa potensi sumber energi terbarukan tersebut adalah Sungai Gidö Sebua di Kecamatan Gidö dan Sungai Idanö Mola yang alirannya mencakup dua kabupaten, yakni, dari Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, ke Kecamatan Bawölato, Kabupaten Nias,” ujar Noniawati Telaumbanua, ST. M.Sc., dalam Seminar Nasional & Workshop Indonesia Menuju Kemandirian Energi Listrik Secara Berkelanjutan & Ramah Lingkungan di Graha William Soerjadjaja, Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Seminar itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pembicara ahli, baik dari kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), PLN, dan pelaku bisnis energi baru terbarukan.

Kabupaten Nias yang diwakili oleh Noniawati dari Bappeda Kabupaten Nias, merupakan satu-satunya perwakilan dari daerah dalam seminar tersebut. Noniawati menyampaikan presentasi dengan topik “Tranformasi Potensi Air dan Cahaya, Titik Terang Menuju kemandirian Energi Listrik: Studi Kasus Kabupaten Nias.”

Selain itu, kata dia, potensi cahaya matahari dan curah hujan yang tinggi juga bisa dimanfaatkan. Untuk wilayah Kecamatan Ma’u, Kecamatan Ulugawo dan Kecamatan Somölö-mölö yang berada di perbukitan dengan puncak yang luas dapat dimanfaatkan sebagai areal sumber energi tenaga surya. Juga bisa dimanfaatkan untuk sumber energi listrik bertenaga angin. Tiga kecamatan itu, sampai saat ini, kata dia, belum tersentuh listrik sama sekali.

Sedangkan di wilayah pesisir, pantai kabupaten itu, kata dia, cukup luas dan sangat potensial untuk pemanfaatan tenaga angin.

Dia juga mengatakan, inovasi teknologi yang bisa diterapkan di wilayah itu, cukup dalam skala kecil maupun menengah. Pemanfaatan berbagai sumber energi terbarukan tersebut, kata dia, juga didukung animo masyarakat yang memang sangat membutuhkan listrik.

“Perencanaan akan ketersediaan energi di Nias oleh PLN tidak bisa dicapai dalam satu atau dua tahun. Sebagai langkah alternatif, sumber-sumber energi terbarukan seperti daerah aliran sungai, tenaga angin, cahaya matahari dan rainwater harvesting bisa diberdayakan,” tandas dia. (EN)

Facebook Comments