Hekinus Manaö (Antarafoto)

JAKARTA, NIASONLINE – Saat ini World Bank (Bank Dunia) sedang melakukan persiapan pemilihan presiden baru paska pengunduran diri Robert Zoellick. Banyak nama sudah bermunculan dan juga dinominasikan menjadi pimpinan pucuk lembaga keuangan internasional tersebut.

Pemilihan presiden baru tersebut juga menyita banyak perhatian masyarakat Indonesia. Sebab, salah satu putri terbaik Indonesia, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati digadang-gadang sebagai kandidat yang tepat untuk posisi yang biasanya menjadi jatah Amerika Serikat tersebut.

Namun, uniknya lagi, seperti dikutip dari VOAIndonesia.com, satu lagi putra terbaik Indonesia yang juga menjadi salah satu dari 25 Direktur Eksekutif bank tersebut, Hekinus Manaö, juga diberi peran penting dalam proses pemilihan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, mantan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan RI tersebut dipilih sebagai Ketua Kelompok Kerja Seleksi Presiden tersebut.

Hekinus sendiri mulai menempati posisi sebagai Direktur Eksekutif Bank Dunia sejak November 2010 untuk masa jabatan selama dua tahun. Di Bank Dunia, Pria kelahiran Desa Bawömataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan tersebut membawahi 10 negara. Yakni, Brunei Darussalam, Thailand, Fiji, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Singapura, Malaysia, Tonga dan Vietnam.

Dalam wawancara dengan VOAIndonesia, Hekinus mengakui bahwa banyak pihak kecewa dengan kebiasaan Bank Dunia yang selalu memilih warga Amerika sebagai presidennya. Dia mengatakan, Bank Dunia akan memilih calon presiden yang paling memenuhi syarat.

Hekinus menjelaskan, kriteria calon presiden tersebut sudah jelas dan telah diatur dalam rule yang sudah disiapkan tahun lalu. Di antaranya, termasuk soal pengalaman, expose kandidat di level internasional dan komitmen kandidat pada misi Bank Dunia sendiri.

Sri Mulyani Belum Dicalonkan

Ditanya soal pencalonan mantan atasannya di Kementerian Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang menurut salah satu polling diunggulkan sebagai salah satu kandidat terkuat, Hekinus mengatakan, sampai saat ini belum ada kepastian.

“(soal pencalonan Sri Mulyani Indrawati, red) Sejauh ini belum ada arahan dari pemegang saham, dalam hal ini pemerintah Indonesia,” jelas dia dalam wawancara pada Rabu (7/3/2012) tersebut.

Seperti diketahui, pencalonan para kandidat presiden Bank Dunia, harus diusulkan oleh negaranya atau oleh negara lain yang merupakan anggota atau pemegang saham Bank Dunia.

Seiring dengan perkembangan ekonomi terkini yang sudah banyak berubah, banyak pihak mengusulkan agar kepemimpinan di bank tersebut juga diberi kesempatan kepada para pejabat berbakat dari berbagai negara.

Masa jabatan Robert Zoellick akan berakhir Juni nanti. Hingga 23 Maret, Bank Dunia sedang menerima pencalonan untuk jabatan presiden tersebut. Dan diperkirakan, sebelum April sudah ada penetetapan presiden baru. (EN/*)

Facebook Comments